BAPPEDALITBANG BANJAR SAMBUT PROGRAM MAGANG STIEPAN, DORONG PENGALAMAN KERJA MAHASISWA

MARTAPURA - Bappedalitbang Kabupaten Banjar menerima kunjungan kerja dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia (STIEPAN) dalam rangka koordinasi program magang mahasiswa yang akan ditempatkan di lingkungan Bappedalitbang. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Badan, Hanafi, di ruang kerjanya pada Kamis (12/3/2026) pagi.

Dalam pertemuan tersebut, Hanafi menyambut baik rencana penempatan mahasiswa magang dari STIEPAN. Menurutnya, program magang ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi mahasiswa, tetapi juga dapat membantu pelaksanaan tugas di lingkungan Bappedalitbang, khususnya pada bagian keuangan yang sejalan dengan jurusan mahasiswa yaitu akuntansi.

Ia menilai keberadaan mahasiswa magang dapat memberikan kontribusi positif sekaligus menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung dunia kerja di instansi pemerintahan. Dengan begitu, mahasiswa dapat memahami bagaimana proses administrasi, pengelolaan keuangan, hingga penyusunan laporan dilakukan di lingkungan pemerintahan daerah.

Selain itu, Hanafi juga menekankan pentingnya memastikan masa berlaku perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara STIEPAN dengan Pemerintah Kabupaten Banjar. Ia meminta agar dokumen kerja sama tersebut diperiksa kembali dan apabila sudah tidak berlaku agar segera diperpanjang.

“Kerja sama ini penting untuk menjaga keberlanjutan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah, baik dalam program magang, penelitian maupun kegiatan akademik lainnya,” ujar Hanafi.

Hanafi juga berharap program magang yang dijalankan nantinya dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, baik bagi mahasiswa yang memperoleh pengalaman kerja maupun bagi instansi yang terbantu dalam pelaksanaan tugas-tugas administrasi.

Sementara itu, perwakilan STIEPAN, Rifki Amrullah, menjelaskan bahwa program magang mahasiswa di Bappedalitbang direncanakan berlangsung selama tiga bulan. Namun, masa magang tersebut dapat diperpanjang hingga maksimal enam bulan, tergantung kebutuhan dan kebijakan instansi penerima. “Kami ingin setiap mahasiswa yang mengikuti program magang memiliki pengalaman kerja yang cukup sehingga ketika lulus mereka sudah siap memasuki dunia kerja,” jelasnya.

Terkait dengan MoU, Rifki menyampaikan pihaknya akan memeriksa kembali dokumen kerja sama yang telah ada dan siap melakukan pembaruan apabila diperlukan. “Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, baik bagi mahasiswa maupun bagi Pemerintah Kabupaten Banjar,” pungkasnya.(Ione/Brigade Bappedalitbang)


Komentar