Di Hadapan Mahasiswa Baru Lapas, Habib Idrus Titip Pesan Perubahan dan Masa Depan

Suasana haru dan penuh harapan menyelimuti peluncuran Program Strata 1 (S1) bagi warga binaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Rabu (4/3) pagi. Di tengah momen bersejarah itu, Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi hadir bukan sekadar sebagai pejabat daerah, tetapi sebagai sosok yang membawa pesan harapan.

Dengan nada penuh empati, Habib Idrus menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara pihak lapas dan Universitas PGRI Kalimantan yang membuka akses pendidikan tinggi bagi warga binaan. Baginya, ini bukan hanya program akademik, melainkan jalan pulang menuju masa depan yang lebih baik.
“Di tempat yang selama ini identik dengan hukuman, hari ini kita menyaksikan lahirnya harapan. Lapas bukan lagi sekadar ruang menjalani masa pidana, tetapi juga ruang belajar dan memperbaiki diri,” ucapnya.

Habib Idrus menyadari, yang paling berat bagi warga binaan bukan hanya masa hukuman, tetapi bagaimana melangkah setelah bebas nanti. Tanpa bekal pendidikan dan keterampilan, tantangan sosial bisa terasa begitu besar. Karena itu, ia memandang program sarjana ini sebagai jembatan untuk memutus stigma dan membuka kesempatan kedua.
Ia pun berpesan langsung kepada 29 warga binaan yang kini resmi menjadi mahasiswa Program Studi Kewirausahaan.
“Jaket almamater yang kalian kenakan hari ini bukan hanya simbol kampus, tetapi simbol kepercayaan. Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin. Saat kalian bebas nanti, pulanglah bukan hanya dengan status bebas, tetapi dengan ilmu, gelar, dan cara berpikir yang lebih matang untuk membangun kehidupan yang baru,” tuturnya dengan penuh harap.
Perkuliahan akan dilaksanakan setiap Jumat dan Sabtu, dengan dukungan fasilitas pembelajaran daring bila diperlukan. Namun bagi Habib Idrus, yang terpenting bukan sekadar jadwal kuliah, melainkan perubahan pola pikir dan keyakinan bahwa setiap orang berhak bangkit.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Banjar harus menyentuh semua lapisan, tanpa terkecuali. Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur yang berdiri, tetapi dari seberapa besar ia memberi ruang bagi warganya untuk berubah dan tumbuh.
Di balik tembok lapas hari itu, bukan hanya program pendidikan yang diluncurkan, tetapi juga secercah masa depan yang lebih cerah.


Komentar