Sinergi Pemkab Banjar Kawal Percepatan Koperasi Desa

BANJAR, InfoPublik - Dalam rangka pemeriksaan oleh Tim BPKP Kalimantan Selatan, Pemerintah Kabupaten Banjar bergerak cepat memastikan progres pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih berjalan sesuai target. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Banjar (Bappedalitbang) yang diwakili Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam, Dedi Nurmadi, bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar turun langsung melakukan monitoring pada Rabu (25/2/2026).


Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan pencapaian target kinerja, khususnya pembinaan SDM koperasi dan peningkatan volume usaha.



Monitoring dilakukan di dua titik strategis, yakni Kopdes Merah Putih Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul, dan Kopdes Merah Putih Desa Indrasari, Kecamatan Martapura. Di Pingaran Ulu, pembangunan fisik gerai koperasi telah mencapai sekitar 30 persen. Bangunan berukuran 30 x 20 meter itu ditargetkan rampung dalam tiga bulan ke depan.


Kepala Desa Pingaran Ulu, Halimi, selaku pengawas koperasi, menyampaikan bahwa unit usaha yang telah berjalan saat ini adalah agen BRILink dengan jumlah anggota sekitar 20 orang.


Kopdes Pingaran Ulu berdiri di atas tanah aset desa yang berada satu kawasan dengan Kantor Pambakal, Gedung Serbaguna, dan Lumbung Pangan Masyarakat. Lokasinya yang berada di tepi jalan kabupaten dinilai sangat strategis untuk menggerakkan aktivitas ekonomi warga. Bahkan, desa memperoleh bagi hasil sebesar 20 persen dari keuntungan koperasi sebuah skema yang diharapkan mampu memperkuat Pendapatan Asli Desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



Dedi Nurmadi menegaskan bahwa monitoring ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan koperasi desa benar-benar tumbuh sehat dan berkelanjutan.


“Kopdes Merah Putih harus menjadi motor penggerak ekonomi desa. Kita ingin pembangunan fisiknya tepat waktu, pengelolaannya profesional, dan unit usahanya berkembang sesuai potensi desa,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa penguatan kapasitas SDM koperasi menjadi kunci agar koperasi mampu bersaing di tengah dinamika pasar.


Selanjutnya, tim bergerak ke Desa Indrasari yang disambut Pambakal Ahmad Yani beserta jajaran pengurus koperasi. Di desa ini, jumlah anggota koperasi mencapai 271 orang dengan progres pembangunan fisik gerai berkisar antara 15–18 persen. Unit usaha yang dijalankan meliputi penyediaan sembako dan layanan Poskesdes. Namun, koperasi masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti belum berlanjutnya kerja sama dengan Perum Bulog dan ID Food sebagai pemasok sembako.


Selain itu, persaingan dengan agen sembako yang menawarkan harga lebih murah serta keberadaan ritel modern menjadi tantangan tersendiri bagi Kopdes Indrasari. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Banjar agar keberlanjutan usaha koperasi tetap terjaga.


Melalui monitoring ini, pemerintah juga mendorong percepatan penyediaan lahan di seluruh desa untuk pembangunan Kopdes, mengingat biaya pembangunan dan pengerjaan dikoordinasikan oleh Agrinas dengan pengawasan TNI. Sinergi lintas pihak diharapkan mampu mempercepat penyelesaian pembangunan sekaligus memastikan Kopdes Merah Putih benar-benar menjadi penggerak ekonomi desa yang tangguh dan berkelanjutan di Kabupaten Banjar.(Ione/Brigade Bappedalitbang)


Komentar