Lintas Dinas Bersinergi, Program Penghapusan Kemiskinan Dipertajam

MARTAPURA - Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan, Bappedalitbang Kabupaten Banjar menggelar Rapat Monitoring dan Evaluasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Banjar, Senin (23/2) di Aula Bauntung Lt. III Bappedalitbang.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Fara Hayani, didampingi Kasubbid Pembangunan Manusia Sihabuddin. Rapat ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan tim teknis serta memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Fara Hayani menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara terintegrasi dan berbasis data yang akurat. Ia menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi menjadi instrumen penting dalam memastikan intervensi program tepat sasaran.

“Penanggulangan kemiskinan tidak bisa berjalan sektoral. Kita membutuhkan integrasi data, komunikasi aktif, dan kolaborasi lintas bidang agar setiap program benar-benar menyentuh masyarakat yang berhak menerima,” ujarnya. Ia juga menekankan penggunaan matriks khusus dari Kemendagri sebagai alat dokumentasi utama dalam tahap awal, termasuk pendataan bantuan sandang bagi penyandang disabilitas.

Pertemuan ini sekaligus membahas optimalisasi tim teknis dengan penunjukan salah satu peserta anggota tim  sebagai pusat koordinasi lintas bidang. Setiap perangkat daerah diminta aktif menyampaikan data dukung sesuai kewenangan masing-masing. Data penerima bantuan sandang akan dihimpun dari Dinas Sosial P3AP2KB, sementara dukungan administrasi dan komunikasi data turut diperkuat agar pelaporan lebih sistematis dan terstandar. Selain itu, pelatihan-pelatihan di tingkat desa menjadi perhatian utama dngan penekanan pada pelaporan detail jumlah sasaran dan hasil kegiatan.

Kasubbid Pembangunan Manusia Sihabuddin menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang perkenalan konsultan individual di Bappedalitbang yang akan menangani isu kemiskinan, yakni Indah. Ia akan mendampingi tim dalam penguatan komunikasi, pengumpulan data, serta harmonisasi laporan lintas sektor.

“Dengan adanya pendampingan konsultan, kita berharap proses koordinasi semakin efektif dan program yang dirancang benar-benar terukur dampaknya,” jelas Syihabuddin.

Rapat monitoring dan evaluasi ini dihadiri narahubung dari berbagai perangkat daerah, di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Sosial P3AP2KB, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas PUPRP, Dinas Perhubungan, Dinas Perkim LH, Dinas Koperasi dan UMKM, DPMPTSP, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Disbudporapar, Dinas Pertanian, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan komitmen bersama dalam mempercepat pengentasan dan penghapusan kemiskinan di Kabupaten Banjar.

Dalam forum tersebut juga disampaikan rencana kegiatan pengentasan dan penghapusan kemiskinan Kabupaten Banjar Tahun 2026, yang meliputi penguatan intervensi berbasis data terpadu, peningkatan pelatihan ekonomi produktif di desa, optimalisasi bantuan sosial tepat sasaran, serta penguatan sinergi program pemberdayaan masyarakat.

Melalui perencanaan yang terstruktur dan kolaborasi yang solid, Bappedalitbang Kabupaten Banjar berharap upaya pengentasan kemiskinan pada tahun 2026 semakin efektif, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(Ione/Brigade Bappedalitbang)


Komentar