Sinergi Pengawasan, Risiko Kerja Dievaluasi

MARTAPURA, InfoPublik - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Banjar melalui Sub Bidang Perencanaan memfasilitasi kegiatan pendampingan dan evaluasi manajemen risiko bersama Inspektorat Daerah Rabu (18/2/2026).


Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pengendalian internal dan meningkatkan kualitas tata kelola organisasi agar setiap program pembangunan berjalan efektif serta terukur.


Acara dibuka oleh Sekretaris Bappedalitbang Hanafi yang dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas pendampingan yang dilakukan oleh Inspektorat Daerah. Ia menilai kegiatan tersebut sangat membantu dalam memberikan pemahaman komprehensif mengenai penerapan manajemen risiko di lingkungan kerja.


Menurutnya, pendampingan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas aparatur dalam mengidentifikasi dan mengantisipasi potensi hambatan sejak tahap perencanaan.



"Penerapan manajemen risiko tidak hanya bersifat administratif, melainkan bagian penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan program. Dengan pengelolaan risiko yang baik, organisasi dapat mengambil keputusan secara lebih tepat dan memastikan target pembangunan dapat tercapai secara optimal," ujarnya.


Dalam paparannya, pendamping dari Inspektorat Daerah Laili Hidayati menjelaskan tahapan proses manajemen risiko yang meliputi penetapan konteks, identifikasi risiko, analisis risiko, penyusunan rencana tindak pengendalian, evaluasi aktivitas pengendalian, serta penguatan aspek informasi dan komunikasi. Ia menekankan bahwa setiap tahapan harus dilaksanakan secara sistematis agar organisasi mampu merespons potensi perubahan dengan cepat.



“Identifikasi risiko merupakan proses mengenali potensi kejadian yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan organisasi, dengan tujuan agar langkah mitigasi dapat disiapkan sejak dini dan secara terarah,” jelasnya.


Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperbaiki manajemen risiko melalui penjaringan masukan, identifikasi, serta konfirmasi indikator dan uraian risiko di lingkungan Bappedalitbang agar lebih relevan dengan kondisi aktual.



Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis, melibatkan pejabat struktural dan perwakilan bidang sebagai bentuk partisipasi aktif dalam penyempurnaan sistem pengendalian internal.


Diharapkan melalui pendampingan ini pemahaman terhadap manajemen risiko semakin meningkat, sehingga implementasinya dapat berjalan konsisten dan mendukung kinerja organisasi yang lebih akuntabel, adaptif, dan berorientasi pada hasil pembangunan daerah.(Ione/Brigade Bappedalitbang)


Komentar