Pacu Percepatan Tanam, Distan Cetak Operator Andal Kuasai Teknologi Rice Transplanter
BANJAR, InfoPublik – Guna mendorong modernisasi sektor pertanian dan percepatan tanam, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar melalui Bidang Sarana TPH, Perkebunan, dan Peternakan menggelar pelatihan operator alat dan mesin pertanian (alsintan) di Aula Distan, Rabu (18/2/2026).
Pelatihan ini menjadi investasi penting dalam mencetak
petani dan operator unggul yang mampu mengoperasikan teknologi pertanian
modern. Dengan kemampuan tersebut, alsintan yang disediakan pemerintah
diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal, efisien, dan berkelanjutan demi
mewujudkan ketahanan pangan yang kuat.
Kegiatan pelatihan yang difokuskan pada penggunaan alat
tanam atau rice transplanter (RCT) ini menghadirkan narasumber dari PT Javatech
Agre Persada produsen alsintan merek Javatech RTS 2000. Acara turut dihadiri
Kepala Bidang Sarana TPH, Perkebunan, Kepala Seksi Pengembangan Sarana
Pertanian Gusti Rahmatullah beserta staf, dan 28 operator anggota Brigade
Pangan dari 5 Kecamatan Sekabupaten Banjar .
Dalam arahannya, Nurul Chatimah menegaskan bahwa
implementasi rice transplanter merupakan solusi konkret untuk menjawab
kebutuhan petani akan efisiensi kerja yang modern. Teknologi ini dirancang
untuk memangkas durasi tanam secara signifikan sekaligus mengoptimalkan
penggunaan tenaga kerja di lapangan melalui sistem otomatisasi yang presisi.
Dengan beralih dari metode manual, beban kerja fisik operator berkurang drastis
sementara akselerasi kecepatan tanam meningkat.
“Keunggulan utama penggunaan mesin tanam ini terletak pada
kemampuannya menciptakan pola tanam serempak yang lebih presisi dibandingkan
metode konvensional. Meski performanya bergantung pada keahlian operator dan
kesiapan lahan, teknologi ini menjanjikan akselerasi kerja yang signifikan bagi
para petani. Dengan optimalisasi alat ini, proses tanam yang jauh lebih cepat
diharapkan mampu menekan biaya produksi sekaligus mendongkrak hasil panen
secara berkelanjutan,” jelasnya.
Agus Triono, narasumber dari CV Javatech Agre Persada,
memberikan edukasi mengenai cara kerja Rice Transplanter (RCT).
"Alat mesin pertanian modern ini berfungsi menanam
bibit padi secara otomatis dengan jumlah, kedalam 6 cm, dan jarak tanam yang
seragam," kata Agus.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan
praktik lapangan menggunakan Rice Transplanter (RCT) di lahan UPTD Balai Benih
TPH. Peserta dengan semangat antusias mendapatkan kesempatan mengenal langsung
bagian-bagian RCT, memahami mekanisme kerja, serta mempraktikkan pengoperasian
sesuai standar teknis.
Rice transplanter sendiri terdiri atas dua jenis, yaitu tipe berjalan dan tipe mengendarai. Pada tipe berjalan, operator mengarahkan alat sambil berjalan dibelakang mesin. Bibit padi diletakkan dirak khusus dan dapat diisi ulang dengan mudah selama penamaan berlangsung. (Brigade Distan Syaripuddin)
