Bappedalitbang Fasilitasi Dialog Strategis Pengembangan Digital
MARTAPURA - Bappedalitbang Kabupaten Banjar memfasilitasi audiensi PT Ide Bangsa Mahardika (SmartID), sebuah perusahaan teknologi yang berfokus pada penguatan tata kelola pemerintahan melalui pendidikan, kajian, pendampingan, dan pengembangan perangkat lunak. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (13/2) di Aula Bauntung ini menjadi ruang perkenalan sekaligus berbagi pengetahuan terkait peluang kolaborasi dalam mendukung transformasi digital pemerintahan daerah. Audiensi dihadiri pimpinan struktural seluruh bidang beserta staf ASN di lingkungan Bappedalitbang.

Pertemuan dibuka oleh Sekretaris Bappedalitbang, Hanafi, yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim SmartID. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya momentum audiensi sebagai ruang pertukaran gagasan dan penjajakan sinergi. Ia menyampaikan bahwa transformasi digital, pemanfaatan data, dan inovasi tata kelola pemerintahan merupakan kebutuhan yang tidak terelakkan dalam mendukung kualitas perencanaan dan pelayanan publik. Ia berharap pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang perkenalan, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan di masa mendatang.
Hanafi juga menambahkan bahwa Bappedalitbang memandang pengalaman dan pendekatan yang dimiliki SmartID sebagai hal yang menarik untuk dicermati, khususnya dalam konteks perencanaan pembangunan, pengendalian, evaluasi, dan peningkatan kualitas layanan publik. Seluruh masukan dan paparan dari pihak perusahaan akan menjadi bahan pertimbangan bagi pimpinan dalam menentukan arah langkah selanjutnya.
Dalam sesi pemaparan, Manajer Wilayah SmartID, Chausar Yahya, memperkenalkan berbagai program yang dikembangkan melalui platform SmartID. Ia menjelaskan bahwa perusahaan berfokus pada penguatan tata kelola pemerintahan melalui pendekatan berbasis teknologi, termasuk penyediaan solusi edukasi, kajian kebijakan, serta pengembangan sistem digital yang mendukung proses perencanaan dan pembangunan daerah. Pemaparan ini memberi gambaran potensi kolaborasi yang dapat dijajaki bersama pemerintah daerah.

Diskusi yang berlangsung setelah paparan berjalan dinamis dan interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait implementasi program, integrasi sistem digital, serta kemungkinan penerapan solusi teknologi dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Dialog dua arah tersebut memperlihatkan antusiasme kedua belah pihak dalam menggali peluang sinergi yang relevan dan aplikatif.
Melalui audiensi ini, Bappedalitbang berharap terbangun komunikasi dan jejaring kerja sama yang konstruktif dengan pihak eksternal, khususnya dalam mendukung inovasi perencanaan berbasis data dan teknologi. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas kolaborasi yang mampu meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan serta kualitas layanan publik di Kabupaten Banjar.(Ione/Brigade Bappedalitbang)
