Promosikan Identitas Daerah, Banjar Ambil Bagian dalam JIJF 2026

Jakarta – Pameran 17th Jakarta International Jewellery Fair 2026 resmi dibuka pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di Jakarta International Convention Center (JICC). Ajang tahunan industri perhiasan ini menjadi momentum strategis dalam mendukung pengembangan UMKM/IKM perhiasan serta memperluas akses pasar domestik dan internasional.

 

Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Banjar pada kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Banjar. Hadir pada hari pembukaan pameran, Ketua Dekranasda Kabupaten Banjar Hj. Nurgita Tiyas, Plt. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (KUMPP) Kabupaten Banjar Linda Yunianti beserta jajaran, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Budporapar) Kabupaten Banjar H. Irwan Jaya, serta para perajin perhiasan binaan Kabupaten Banjar.

 

Pameran yang diikuti oleh pelaku industri perhiasan dari berbagai daerah ini menampilkan beragam produk perhiasan emas, perak, mutiara, dan batu permata, termasuk karya-karya perajin yang mengusung desain kreatif dan bernilai seni budaya. Kegiatan ini menjadi sarana promosi sekaligus penguatan jejaring usaha bagi para perajin daerah.

 

Dalam keterangannya, Hj. Nurgita Tiyas selaku Ketua Dekranasda Kabupaten Banjar menyampaikan bahwa keikutsertaan pada Jakarta International Jewellery Fair 2026 merupakan bentuk komitmen Dekranasda dalam mendorong kemajuan perajin perhiasan daerah.

 

“Kabupaten Banjar memiliki potensi besar pada sektor perhiasan, khususnya batu permata yang telah menjadi identitas daerah. Melalui pameran ini, kami berharap produk perajin Banjar semakin dikenal luas, memiliki nilai tambah, serta mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional,” ujarnya.

 

Sementara itu, Linda Yunianti, Plt. Kepala Dinas KUMPP Kabupaten Banjar, menegaskan bahwa pameran berskala nasional ini menjadi media efektif untuk mempercepat pertumbuhan UMKM/IKM perhiasan di Kabupaten Banjar.

 

“Partisipasi pada Jakarta International Jewellery Fair 2026 diharapkan dapat membuka peluang kerja sama, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan daya saing produk perhiasan Banjar sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan perajin,” ungkapnya.

 

Di sisi lain, salah satu perajin perhiasan binaan Kabupaten Banjar mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah dan Dekranasda.

 

“Kunjungan dan apresiasi dari Ibu Ketua Dekranasda dan jajaran pemerintah daerah menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tuturnya.

 

Melalui keikutsertaan pada 17th Jakarta International Jewellery Fair 2026, diharapkan produk perhiasan Kabupaten Banjar semakin dikenal, memiliki peluang pasar yang lebih besar, serta mampu memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan kesejahteraan para perajin di daerah.

 

 


Komentar