MENUJU RISET BERKUALITAS, BAPPEDALITBANG BANJAR DAN BRIN SIAPKAN SINERGI

MARTAPURA - Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banjar, Nashrullah Shadiq, menerima kunjungan tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Senin (9/2) siang. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kepala Badan lantai dasar Bappedalitbang tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan dan Inovasi (PPI), Nuri Ansyari,  jajaran pejabat struktural dan staf bidang PPI.

Kunjungan tim BRIN yang dipimpin Mukhlis ini bertujuan untuk menjajaki rencana kerja sama di bidang penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, invensi, hingga inovasi antara BRIN dan Bappedalitbang Kabupaten Banjar. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas riset daerah sekaligus menjawab berbagai tantangan pembangunan berbasis data dan inovasi.

Menyambut kunjungan tersebut, Nashrullah Shadiq menyampaikan apresiasi dan menyatakan bahwa Bappedalitbang sangat terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga riset nasional seperti BRIN. Menurutnya, penguatan penelitian daerah tidak dapat dilakukan secara mandiri tanpa dukungan dan sinergi lintas lembaga.

“Selama ini kami telah bekerja sama dengan sejumlah institusi akademik, baik di Kalimantan Selatan maupun dari luar daerah, khususnya dalam kegiatan kelitbangan dan penyusunan dokumen perencanaan. Tentunya kehadiran BRIN di Kabupaten Banjar menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas dan dampak penelitian,” ungkap Nashrullah.

Sementara itu, Mukhlis menjelaskan bahwa BRIN memiliki mandat untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan penelitian. Ia menegaskan bahwa sebelum kerja sama teknis dilaksanakan, perlu dilakukan Mekanisme Kerja Sama (MKS) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kepala BRIN dan Bupati Banjar.

“BRIN siap melakukan pendampingan penelitian di daerah. Kami memiliki banyak tenaga ahli di berbagai bidang, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, arkeologi, dan bidang strategis lainnya yang bisa mendukung kebutuhan daerah,” jelas Mukhlis.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bappedalitbang berharap agar kerja sama ke depan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga mampu memberikan dukungan nyata, baik dari sisi pendanaan maupun keterlibatan langsung tenaga ahli BRIN. Hal ini dinilai penting mengingat keterbatasan anggaran penelitian yang hampir dialami oleh seluruh daerah.

Menjawab harapan tersebut, tim BRIN menyampaikan bahwa penelitian dapat dilaksanakan di daerah yang telah menjalin kerja sama resmi, di mana pendanaan penelitian sepenuhnya dapat ditanggung oleh BRIN. Selain itu, peneliti BRIN juga dapat berperan sebagai tenaga ahli dalam penelitian daerah dengan pendanaan yang bersumber dari pemerintah daerah, sesuai kebutuhan dan kesepakatan bersama.(Ione/Brigade Bappedalitbang)


Komentar