Bappedalitbang Banjar Bahas Cascading RPJMD 2025-2029

MARTAPURA, InfoPublik -Dalam upaya menyusun dokumen Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, diperlukan masukan dari Tim Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten.


Berdasarkan hal tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Banjar menggelar pembahasan cascading RPJMD 2025-2029, di Aula Bauntung Bappedalitbang Banjar, Jumat (28/2/2025).


Acara ini dibuka oleh Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banjar, Nashrullah Shadiq, serta dihadiri oleh dua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, yaitu Inspektur Daerah dan Bagian Organisasi Kabupaten Banjar.



Nashrullah menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk merumuskan tujuan dan sasaran RPJMD, yang sebelumnya telah melalui proses teknokratis bersama antara Bappedalitbang dan Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kinerja (PPKK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM).


“Ada penyelarasan dengan visi dan misi Bupati terpilih, oleh karena itu hari ini kita bersama PPKK Fisipol UGM mencari keselarasan. Hal ini erat kaitannya dengan penilaian aktivitas kinerja yang diampu oleh Bagian Organisasi, Inspektur Daerah, Bappedalitbang, dan Asisten Administrasi Umum,” ujar Nashrullah.


Lebih lanjut, Nashrullah berharap bahwa hasil kesepakatan dalam pertemuan ini dapat berkesesuaian dengan tujuan dan sasaran di masing-masing SKPD yang terlibat.



Dalam kesempatan yang sama, tim dari PPKK Fisipol UGM menjelaskan bahwa setelah dilakukan analisis terhadap kondisi atau permasalahan yang ada, langkah selanjutnya adalah merumuskan kondisi ideal yang ingin dicapai. Tujuan dan sasaran RPJMD merupakan representasi dari kondisi ideal tersebut.


“Hari ini kita fokus pada penyepakatan tujuan dan indikator sasaran karena hal ini menjadi dasar dalam penentuan program dan kegiatan ke depan,” jelas perwakilan dari PPKK Fisipol UGM.


Diskusi tanya jawab yang berlangsung dalam rapat tersebut membahas secara rinci tujuan dan indikator sasaran yang akan digunakan dalam RPJMD 2025-2029. Para peserta yang hadir aktif menyampaikan pandangan serta masukan untuk memastikan bahwa dokumen RPJMD yang disusun benar-benar mencerminkan kebutuhan dan harapan pembangunan di Kabupaten Banjar.


Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi dan kesepakatan yang kuat antara berbagai pihak terkait, sehingga tujuan dan sasaran yang dirumuskan dapat menjadi dasar pembangunan daerah yang lebih efektif dan terarah dalam lima tahun ke depan.(Ione/Brigade Bappedalitbang)


Komentar