MARTAPURA, InfoPublik – Pemerintah
Desa Sungai Rangas Hambuku, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar,
Kalimantan Selatan terus berupaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat melalui
pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan desa.
Kali
ini, peningkatan dilakukan pada Jalan Usaha Tani (JUT) RT 05 serta jalan
lingkungan Kertak Baru RT 01 dan RT 02. Pekerjaan tersebut dijadwalkan mulai
dilaksanakan pada pertengahan Desember 2026.
Pembakal
Sungai Rangas Hambuku, Saddam Husein, mengatakan, kegiatan pembangunan meliputi
peninggian dan penyiringan jalan guna menunjang aktivitas masyarakat, khususnya
para petani.
Menurutnya,
peningkatan JUT RT 05 diharapkan dapat mempermudah mobilitas petani dalam
menjalankan aktivitas pertanian. Sementara perbaikan jalan lingkungan Kertak
Baru juga akan memberikan kemudahan bagi warga dan anak-anak sekolah yang
setiap hari melintasi kawasan tersebut.
"Tujuan
pembangunan ini untuk mempermudah aktivitas masyarakat, khususnya petani di
lingkungan JUT RT 05. Begitu juga warga dan anak-anak sekolah yang menggunakan
jalan lingkungan Kertak Baru RT 01 sampai RT 02," ujarnya, Sabtu
(7/11/2026)
Ia
menjelaskan, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari upaya
pemerintah desa dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Setiap program
pembangunan diprioritaskan berdasarkan kebutuhan dan usulan warga.
"Semua kegiatan di desa ini berdasarkan aspirasi masyarakat. Kami sebagai
aparat pemerintah desa memprioritaskan apa yang dianggap masyarakat penting dan
baik untuk dibangun," ungkapnya
Saddam menginginkan, peningkatan jalan tersebut dapat memberikan kenyamanan
bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Selain itu,
akses alternatif bagi anak-anak sekolah diharapkan semakin mudah dan aman
dilalui.
"Lebih aman karena khusus untuk warga di belakang rumah," katanya.
Lebih lanjut, ia berharap program peningkatan infrastruktur desa dapat terus
berlanjut pada 2027 mendatang. Mengingat wilayah Desa Sungai Rangas Hambuku
cukup luas, masih banyak akses jalan, mulai dari JUT, jalan lingkungan hingga
gang yang membutuhkan perbaikan dan peningkatan.
Terlebih, kondisi geografis desa yang berada di dataran rendah membuat
sejumlah ruas jalan kerap tergenang ketika hujan turun terus-menerus. Kondisi
tersebut sering menghambat aktivitas masyarakat.
"Harapannya, program peningkatan infrastruktur ini terus berlanjut pada
2027, mengingat masih banyak jalan desa yang perlu diperbaiki. Apalagi saat
hujan terus-menerus, sejumlah ruas jalan kerap tergenang dan menghambat aktivitas
masyarakat," tutupnya.