Bangkitkan Kembali Jeruk Sungai Madang, Distan dan DPRD Banjar Gelar Sosialisasi di Sungai Tabuk

Bagikan ke WhatsApp Gunakan salah satu tombol ini agar keterangan portal ikut terkirim setelah link.

MARTAPURA, InfoPublik - Dinas Pertanian Kabupaten Banjar (Distan) melaksanakan sosialisasi peraturan perundang-undangan di Desa Lok Baintan Dalam Kecamatan Sungai Tabuk, Kamis (5/11/2026). 

Kegiatan dihadiri Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Banjar Muhammad Zaini, Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Marina Indah Pertiwi, dan para peserta sosialisasi.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Banjar, Muhammad Zaini menyampaikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2021–2041. Regulasi ini mengarahkan pemerataan pembangunan antar kecamatan serta memberikan kepastian hukum bagi pemanfaatan ruang dan investasi di kawasan tersebut.

Lebih lanjut, Zaini menekankan urgensi mewujudkan sektor pertanian yang mandiri dan berkelanjutan di wilayah setempat. Tidak hanya berfokus pada komoditas padi, ia mendorong agar ikon hortikultura lokal yakni jeruk Sungai Madang dapat kembali eksis, sembari secara tegas mengingatkan pentingnya pencegahan alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan perumahan.

Dari aspek teknis budidaya, Koordinator Penyuluh, Rina Lestari memaparkan metode pemangkasan cabang yang tepat guna untuk mendongkrak kualitas dan ukuran buah jeruk agar menjadi lebih besar dan bernilai jual tinggi.

Sebagai bentuk penguatan ekonomi lokal, Rina turut mendorong adanya inovasi hilirisasi produk turunan jeruk seperti olahan minuman serta mengharapkan kembalinya komoditas unggulan Jeruk Sungai Madang untuk mengisi ruang pasok di kawasan ikonik Pasar Terapung Lok Baintan.

Rina berharap nantinya ada pengembangan agrowisata petik jeruk di Kecamatan Sungai Tabuk. "Merepresentasikan ekonomi pedesaan melalui aktivitas pariwisata dan sektor pertanian unggulan. Inisiatif ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemasaran produk hortikultura, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal," ujar Wasita. 

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang menyoroti berbagai tantangan di lapangan, khususnya terkait optimalisasi infrastruktur jalan usaha tani serta ketersediaan alat mesin pertanian.
(Brigade Distan Syaripuddin)


Komentar