Kemarau Panjang Picu Air Sungai Terasa Asin, BPBD Banjar Salurkan 4.500 Liter Air Bersih ke Desa Babirik

Bagikan ke WhatsApp Gunakan salah satu tombol ini agar keterangan portal ikut terkirim setelah link.

BERUNTUNG BARU – Dampak kemarau panjang mulai dirasakan masyarakat Desa Babirik, Kecamatan Beruntung Baru. Air sungai yang selama ini menjadi salah satu sumber pemenuhan kebutuhan sehari-hari warga kini terasa sangat asin. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air yang layak digunakan, sehingga bantuan air bersih menjadi sangat dibutuhkan.

Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar menyalurkan sebanyak 4.500 liter air bersih kepada masyarakat Desa Babirik, Kamis (5/11/2026).

Pendistribusian yang dimulai pukul 11.31 WITA itu menggunakan satu unit mobil tangki BPBD Kabupaten Banjar dengan satu ritase. Air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pada lima tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter.

Kegiatan ini melibatkan tiga personel gabungan, yakni Rizal dari BUSER690, Dayrobi dari BPBD Tim Reaksi Cepat (TRC), serta Latifah dari Palang Merah Indonesia (PMI). Sinergi lintas unsur tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat yang terdampak keterbatasan pasokan air bersih.

Pambakal Desa Babirik, H. Jamsi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPBD Kabupaten Banjar beserta seluruh personel dan relawan yang telah membantu penyaluran air bersih bagi warganya.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan air bersih yang disalurkan kepada masyarakat Desa Babirik. Saat ini, dampak kemarau panjang membuat air sungai yang biasanya dimanfaatkan warga terasa sangat asin. Kondisi tersebut tentu menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan ini sangat membantu dan kami berharap distribusi air bersih dapat terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan,” ungkap H. Jamsi.

Apresiasi juga disampaikan salah seorang warga Desa Babirik. Ia mengungkapkan bahwa selama ini masyarakat mengandalkan air sungai untuk berbagai keperluan, tetapi kondisi air yang semakin asin membuat warga membutuhkan sumber air bersih alternatif.

“Selama ini kami mengandalkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, karena kemarau panjang, air sungai sekarang terasa sangat asin sehingga tidak nyaman digunakan. Kami bersyukur dan berterima kasih atas bantuan air bersih ini karena sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarga,” tuturnya.

Penyaluran air bersih tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus membantu menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Kehadiran bantuan ini juga menjadi wujud kepedulian dan kerja sama berbagai unsur dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau panjang. (IP Beruntung Baru- Brigade Informasi RA)


Komentar