PKRS RSUD Ratu Zalecha Edukasi Masyarakat tentang Infertilitas
MARTAPURA, InfoPublik – RSUD Ratu Zalecha Martapura melalui
kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) menggelar edukasi kesehatan
bertema “Kesehatan Reproduksi: Infertilitas”, Senin
(2/11/2026), bertempat di depan Poliklinik Kandungan Ibu dan Anak, Instalasi
Rawat Jalan. Kegiatan ini disampaikan oleh mahasiswa Profesi Ners STIKES Intan
Martapura.
Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai
infertilitas, faktor penyebab, pemeriksaan, serta pilihan penanganannya.
Berdasarkan materi yang disampaikan, infertilitas merupakan kondisi ketika
pasangan belum berhasil mencapai kehamilan setelah 12 bulan atau lebih
melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi.
Penyebab infertilitas dapat berasal dari faktor perempuan maupun laki-laki.
Pada perempuan, antara lain gangguan ovulasi dan hormon, sumbatan tuba falopi,
serta kelainan struktur rahim. Sementara pada laki-laki, dapat berkaitan dengan
kualitas dan kuantitas sperma, varikokel, serta gangguan saluran dan hormon.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai faktor risiko, seperti usia,
indeks massa tubuh yang tidak ideal, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan
stres berlebihan. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui evaluasi riwayat
kesehatan, analisis semen dan hormon, USG transvaginal atau panggul, serta
pemeriksaan Histerosalpingografi (HSG).
Penanganan infertilitas disesuaikan dengan kondisi dan penyebabnya, mulai
dari terapi obat dan operasi, inseminasi buatan (IUI), hingga bayi tabung
(IVF). Pasangan usia subur juga dianjurkan menerapkan pola hidup dan nutrisi
sehat serta berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan andrologi.
Ketua PKRS RSUD Ratu Zalecha, Dwi Retmasushanty Arsini,
menyampaikan bahwa edukasi mengenai infertilitas penting agar masyarakat
memiliki pemahaman yang tepat dan tidak ragu memeriksakan kesehatan reproduksi.
“Infertilitas merupakan kondisi yang perlu dipahami bersama karena dapat
dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik pada perempuan maupun laki-laki.
Pemeriksaan kesehatan reproduksi secara berpasangan sangat dianjurkan agar
penyebabnya dapat diketahui lebih dini dan penanganan yang tepat dapat
diberikan,” ujarnya.
