Optimalisasi Lahan di Sungai Batang, Petani Didorong Tanam Padi Dua Kali Setahun

MARTAPURA BARAT, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan ketahanan pangan melalui optimalisasi pemanfaatan lahan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penanaman padi musim tanam kedua di lahan Optimalisasi Lahan (OPLAH) Brigade Pangan Tunas Muda Berkarya, Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat, Rabu (28/10/2026).


Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang belum tergarap secara maksimal, terutama lahan dengan dukungan ketersediaan air. Melalui penerapan metode tanam PM-AAS, program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi, pendapatan, dan kesejahteraan petani.


Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, menegaskan bahwa ketersediaan air merupakan peluang bagi petani untuk kembali mengolah lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.


Menurutnya, masih terdapat lahan pertanian yang dibiarkan kosong meskipun sumber air tersedia. Kondisi tersebut perlu ditangani melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan instansi terkait agar lahan yang berpotensi produktif dapat dimanfaatkan.


Warsita mencontohkan upaya serupa yang sebelumnya dilakukan di Desa Kematang Panjang. Dari sekitar 40 hektare lahan yang menjadi sasaran kegiatan, kurang lebih 10 hektare di antaranya telah ditanami.


Ia mengajak petani agar tidak membiarkan lahan produktif terbengkalai, terutama ketika ketersediaan air memungkinkan kegiatan pertanian dilakukan. Pemerintah daerah juga siap membantu petani yang menghadapi kendala dalam pengolahan lahan melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan agar permasalahan tersebut dapat segera ditindaklanjuti.


Sementara itu, Camat Martapura Barat, H. Ahmad Rabani mengatakan penanaman padi di lahan OPLAH Brigade Pangan Tunas Muda Berkarya merupakan langkah strategis untuk mendorong pemanfaatan lahan pertanian secara optimal.


Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian target penanaman padi musim tanam kedua di Kabupaten Banjar serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya keluarga petani.


Ia berharap keberhasilan program tersebut dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya untuk menerapkan pola tanam dua kali dalam setahun sehingga pemanfaatan lahan semakin optimal dan produktivitas pertanian meningkat.


Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Martapura Barat sekaligus Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sungai Batang, Danil Bangsawan, berharap penerapan metode PM-AAS pada musim tanam kedua mampu menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi.


Ia menargetkan produktivitas padi meningkat dari sekitar 6 ton per hektare menjadi 10 hingga 12,5 ton per hektare. Peningkatan tersebut diharapkan berdampak langsung terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani beserta keluarganya.


Pembakal Desa Sungai Batang, Suladi, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Dukungan datang dari Koordinator BPP Martapura Barat beserta PPL Desa Sungai Batang, mantri tani, Camat Martapura Barat, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan, BPLP, Jasindo, Pupuk Indonesia, Balai Wilayah Sungai (BWS), serta instansi terkait lainnya.


Suladi juga mengapresiasi Brigade Pangan Tunas Muda Berkarya yang menjadi pelopor penerapan pola tanam padi dua kali setahun melalui program optimalisasi lahan.


Ia berharap program ini dapat memberikan hasil panen yang memuaskan sekaligus memotivasi petani lainnya untuk menerapkan pola tanam serupa. Selain meningkatkan produksi, kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah wawasan, pengetahuan, dan keterampilan petani dalam mengembangkan usaha pertanian yang lebih maju dan produktif.


Dengan dukungan teknologi, penerapan metode pertanian yang efektif, serta pemanfaatan sumber daya yang tersedia, petani diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi dan memperkuat ketahanan pangan daerah.


Suladi juga berharap lahan-lahan kosong yang belum tergarap dapat kembali dimanfaatkan oleh pemiliknya atau dikelola melalui kerja sama dengan pihak lain sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat desa.


Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) TUNGGUL MANIK Desa Sungai Batang, Elyas Sarju, menyarankan agar petani mengatur jadwal tanam sejak awal, khususnya untuk periode April–September.


Ia mendorong petani mulai menanam padi pada Mei–Juni agar panen dapat dilakukan pada Agustus–September. Setelah itu, petani dapat melanjutkan penanaman berikutnya menggunakan varietas yang sama atau varietas berumur lebih pendek sehingga panen selanjutnya diharapkan dapat dilakukan pada awal Desember.


Desa Sungai Batang sendiri merupakan salah satu dari delapan desa yang masuk kawasan prioritas Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) di Kabupaten Banjar untuk periode 2025–2029.


Dengan demikian, optimalisasi lahan pertanian di desa tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi padi, tetapi juga mendukung pengembangan kawasan perdesaan, penguatan ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Melalui sinergi pemerintah daerah, pemerintah desa, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan para petani, lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal diharapkan kembali produktif. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mendorong pertanian yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat Kabupaten Banjar.


Komentar