Apotek Hidup Banua, Santriwati SMP Darul Hijrah Puteri Belajar Mengenal Tanaman Herbal
MARTAPURA, InfoPublik – Sebanyak 119 santriwati kelas VII SMP Darul Hijrah Puteri mengikuti kegiatan kokurikuler bertema “Apotek Hidup Banua” di Kebun Raya Banua, Selasa (27/10/2026). Didampingi para ustadzah, para santriwati memanfaatkan kawasan konservasi tersebut sebagai ruang belajar terbuka untuk mengenal keanekaragaman tanaman obat tradisional khas Kalimantan Selatan.
Kegiatan ini dirancang untuk memperkaya pengalaman belajar santriwati dengan menghubungkan materi di kelas dan pengamatan langsung di alam. Dengan menjelajahi kawasan koleksi tumbuhan obat, peserta memperoleh wawasan mengenai kekayaan hayati lokal sekaligus pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Sepanjang kegiatan, para santriwati mengenal berbagai tanaman herbal, seperti akar kuning, pasak bumi, akar bajakah, saluang bilum, dan carik merah, serta beragam tanaman aromatik dan rempah. Mereka juga memperoleh penjelasan dari pemandu mengenai karakteristik tanaman, potensi pemanfaatan, dan cara pembudidayaannya.
Kepala SMP Darul Hijrah Puteri, Eni Zulaikah, M.Pd., menyampaikan bahwa pembelajaran di luar kelas menjadi salah satu upaya untuk menyeimbangkan pemahaman teori dengan pengalaman praktis. Kegiatan tersebut juga mendorong santriwati agar lebih mengenal lingkungan dan kekayaan alam daerahnya.
“Kami ingin para santriwati tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan dan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keanekaragaman hayati lokal. Melalui tema Apotek Hidup Banua, mereka belajar menghargai warisan pengetahuan tentang tanaman herbal khas Banjar sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Eni Zulaikah.
Selain menambah pengetahuan tentang tanaman obat tradisional, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan rasa ingin tahu, keterampilan mengamati, serta kepedulian santriwati terhadap kearifan lokal. Pengetahuan yang diperoleh juga dapat menjadi bekal untuk mengenali dan membudidayakan tanaman herbal di lingkungan pondok maupun keluarga secara tepat.
Kegiatan kokurikuler ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang mendekatkan peserta didik dengan kekayaan alam Kalimantan Selatan. Dengan mengenal tanaman herbal secara langsung, santriwati diharapkan tumbuh menjadi generasi yang menghargai warisan lokal, peduli terhadap lingkungan, dan turut menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati Banua.
