Cegah Radikalisme Sejak Dini, Tim Densus 88 Satgaswil Kalsel Edukasi Pelajar SMPN 1 Astambul

MARTAPURA, InfoPublik – Tim Pencegahan Satgaswil Kalimantan Selatan Densus 88 Antiteror (AT) Polri memberikan sosialisasi dan edukasi anti-ekstremisme berbasis kekerasan kepada siswa SMP Negeri 1 Astambul, Kabupaten Banjar, Senin (26/10/2026). Kegiatan bertema “Mencegah Radikalisasi dan Kekerasan pada Anak” ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar tentang bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).

Bertempat di ruang sanggar SMPN 1 Astambul, kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 siswa, khususnya kelas IX. Tim Densus 88 yang menjadi narasumber, yakni Briptu Bima Wisnu Amrullah dan anggota tim lainnya, menyampaikan materi mengenai perundungan, sikap intoleran, radikalisasi, serta berbagai bentuk kekerasan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh kalangan remaja.

Dalam pemaparannya, tim menjelaskan bahwa remaja perlu memiliki kemampuan mengenali pengaruh negatif di lingkungan pergaulan maupun ruang digital. Media sosial dan permainan daring dapat menjadi sarana penyebaran konten ekstrem, sehingga siswa perlu mengembangkan literasi digital, bersikap kritis terhadap informasi, serta tidak mudah terpengaruh ajakan yang mengarah pada kebencian dan kekerasan.

“Bullying tidak secara otomatis membuat seseorang radikal, namun pengalaman kekerasan dan rasa terasing bisa menjadi pintu kerentanan. Karena itu, jangan diam, segera lapor kepada orang tua atau guru jika menjadi korban,” pesan tim narasumber kepada para siswa.

Selain membahas pencegahan perundungan, peserta juga diajak memahami pentingnya menghargai perbedaan, menjaga sikap toleran, dan menggunakan media digital secara bijak. Diskusi interaktif memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus memahami langkah yang dapat dilakukan ketika menemukan perundungan atau konten yang mengarah pada kekerasan dan ekstremisme.

Kepala SMPN 1 Astambul, Rahmadaniah, menyampaikan apresiasi kepada Tim Satgaswil Kalsel Densus 88 AT Polri atas pelaksanaan edukasi tersebut.

“Kami sangat berterima kasih karena SMPN 1 Astambul mendapat kesempatan menjadi salah satu sekolah tempat pelaksanaan sosialisasi ini. Besar harapan kami, materi yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi seluruh peserta didik agar terhindar dari pengaruh negatif dan mampu menerapkan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung aman dan mendapat respons antusias dari para siswa. Kolaborasi antara Densus 88 AT Polri dan SMPN 1 Astambul ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran pelajar untuk menolak kekerasan, menghormati perbedaan, serta membangun lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan toleran sejak dini.


Komentar