Karhutla Dekati Bangunan Warga Di Gudang Tengah, Tim Gabungan Padamkan 0,4 Hektare Lahan
Sungai Tabuk, InfoPublik – Tim gabungan melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Martapura Lama, Desa Gudang Tengah, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis (15/10/2026). Kebakaran yang terjadi pada lahan semi gambut tersebut menjadi perhatian karena lokasinya mendekati bangunan warga.
Informasi kejadian ditindaklanjuti dengan penanganan mulai pukul 14.51 hingga 16.03 WITA. Petugas gabungan bergerak melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas ke area di sekitarnya.
Berdasarkan hasil asesmen, kebakaran terjadi pada lahan kosong dengan kondisi tanah semi gambut. Vegetasi yang terbakar meliputi semak belukar, pohon galam, dan purun. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 0,4 hektare, dan area seluas tersebut telah dilakukan pemadaman.
Dalam penanganan, petugas melaksanakan asesmen dan pemantauan lokasi, berkoordinasi dengan unsur gabungan, serta melakukan pemadaman. Setelah penanganan, pemantauan tetap diperlukan karena kondisi lokasi masih terpantau berasap.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap kebakaran lahan, terutama pada area yang berdekatan dengan permukiman.
“Penanganan dilakukan untuk mengendalikan api dan mencegah penyebarannya ke area sekitar, terlebih lokasi kebakaran mendekati bangunan warga. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api,” ujarnya.
Penanganan Karhutla ini melibatkan BPBD Kabupaten Banjar, BPK Sabilal Wustho, dan BPK Kulawarga. Petugas menghadapi kendala berupa sulitnya memperoleh sumber air di sekitar lokasi, sehingga koordinasi dan upaya pemadaman menjadi bagian penting dalam penanganan.
BPBD Kabupaten Banjar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran, tidak membakar sampah atau vegetasi di lahan terbuka tanpa pengawasan, serta segera melaporkan kejadian kebakaran kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin.
Meski area seluas sekitar 0,4 hektare telah dilakukan pemadaman, kondisi yang masih berasap memerlukan pemantauan lanjutan guna mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.
