Trilokmin UPTD Puskesmas Beruntung Baru Bahas Evaluasi SPM, Kematian Bayi, dan Dampak Karhutla
BERUNTUNG BARU — Penguatan koordinasi lintas sektor menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Hal tersebut menjadi perhatian dalam Pertemuan Tiga Bulanan Lintas Sektoral (Trilokmin) UPTD Puskesmas Beruntung Baru yang dilaksanakan pada Kamis (15/10/2026), bertempat di Aula Jambu Burung Lantai II UPTD Puskesmas Beruntung Baru, Kabupaten Banjar.
Kegiatan ini dihadiri Camat Beruntung Baru Wahidin Noor, M.M.Pd., perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Kepala UPTD Puskesmas Beruntung Baru dr. Wiwien S., Ketua TP PKK Kecamatan Beruntung Baru, perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA), perwakilan pemerintah desa se-Kecamatan Beruntung Baru, penyuluh keluarga berencana, pengawas dan pendamping sekolah dasar, bidan desa, kader Posyandu, serta Bhabinkamtibmas Desa Kampung Baru yang mewakili Polsek Beruntung Baru.
Dalam sambutannya, Camat Beruntung Baru Wahidin Noor menegaskan bahwa Trilokmin tidak sekadar menjadi agenda rutin atau forum penyampaian laporan, tetapi harus menghasilkan evaluasi, kesepakatan, dan langkah tindak lanjut yang nyata. Seluruh pihak diharapkan menyamakan persepsi serta memperkuat kerja sama agar pelayanan kesehatan semakin efektif dan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Salah satu perhatian utama ialah evaluasi capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan Triwulan III. Camat meminta indikator yang belum mencapai target diidentifikasi bersama penyebab kendalanya, kemudian ditindaklanjuti melalui rencana percepatan yang jelas, termasuk penanggung jawab, jadwal pelaksanaan, dan target penyelesaian.
Selain itu, peningkatan partisipasi masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga menjadi perhatian. UPTD Puskesmas bersama pemerintah desa, kader, dan unsur terkait diharapkan terus melakukan sosialisasi serta pendekatan aktif agar masyarakat semakin memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini penyakit.
Camat turut menyoroti persoalan kesehatan ibu dan anak, terutama adanya laporan enam kematian bayi hingga saat ini. Ia meminta agar setiap kejadian ditelaah sesuai prosedur oleh tenaga kesehatan terkait, dengan tetap menjaga kerahasiaan data pasien. Pemantauan terhadap ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, dan bayi berisiko tinggi juga perlu diperkuat melalui koordinasi antara Puskesmas, bidan desa, pemerintah desa, dan kader kesehatan.
Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi agenda penting. Camat meminta UPTD Puskesmas memantau perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan menyampaikan informasi secara berkala. Edukasi mengenai pencegahan paparan asap perlu terus dilakukan, khususnya kepada kelompok rentan seperti bayi, balita, lansia, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. Koordinasi lintas sektor juga diperlukan untuk mendukung upaya pencegahan karhutla dan penanganan dampaknya.
Dalam kesempatan tersebut, Camat juga menekankan kesiapan menghadapi verifikasi lapangan lomba tingkat provinsi di Poskesdes Kampung Baru dan Pustu Haur Kuning. Persiapan mencakup sarana dan prasarana, administrasi pelayanan, dokumentasi, kebersihan lingkungan, serta kesesuaian pelayanan dengan standar yang berlaku. Namun, yang lebih utama adalah memastikan fasilitas tersebut benar-benar memberikan pelayanan yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Beruntung Baru dr. Wiwien S. memaparkan sejumlah program pemeriksaan kesehatan yang dijalankan selama 2026, meliputi pemeriksaan IVA, pemeriksaan tuberkulosis (TB) paru, serta pemeriksaan kesehatan jiwa dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Dari unsur kepolisian, Bhabinkamtibmas Desa Kampung Baru yang mewakili Polsek Beruntung Baru mengajak seluruh pihak untuk saling membantu, terutama dalam memberikan akses pelayanan kepada warga yang mengalami kesulitan mendatangi fasilitas kesehatan. Kunjungan langsung ke rumah warga yang membutuhkan menjadi salah satu upaya yang dapat dikoordinasikan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Perwakilan KUA Kecamatan Beruntung Baru juga menyampaikan dukungan terhadap program kesehatan melalui pembinaan dan penyuluhan kepada calon pengantin, termasuk edukasi dan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari persiapan pernikahan.
Melalui pertemuan ini, diharapkan tersusun gambaran capaian program kesehatan yang lebih jelas, rencana tindak lanjut atas persoalan prioritas, serta pembagian tanggung jawab yang terukur antara UPTD Puskesmas, pemerintah desa, kader, dan unsur lintas sektor. Hasil pembahasan diharapkan dituangkan dalam notulen dan rencana tindak lanjut untuk dipantau pada pertemuan berikutnya. (IP Beruntung Baru Brigade Informasi RA)
