Musrenbangdes Jambu Raya Bahas Rancangan RKPDesa Tahun 2027, Perkuat Penetapan Prioritas Pembangunan
BERUNTUNG BARU — Pemerintah Desa Jambu Raya melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2026 dalam rangka membahas Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) Tahun Anggaran 2027. Kegiatan berlangsung di Desa Jambu Raya mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai, dengan melibatkan unsur pemerintah desa, lembaga desa, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan di Kecamatan Beruntung Baru.
Musrenbangdes ini menjadi forum untuk membahas dan menyepakati prioritas kegiatan pembangunan desa tahun 2027 dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kemampuan anggaran yang tersedia.
Kegiatan dihadiri oleh Pemerintah Desa (Pemdes), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Beruntung Baru, serta Tenaga Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kecamatan Beruntung Baru.
Dalam sambutannya, Pambakal Jambu Raya, Gazali Rahman, menyampaikan bahwa persiapan pelaksanaan kegiatan tahun 2027 perlu dilakukan dengan memperhatikan prioritas pembangunan di luar program strategis nasional. Ia menekankan pentingnya mengoptimalkan kegiatan, terutama pada bidang ketahanan pangan, pelayanan dasar, dan prioritas lain sesuai kebutuhan desa.
Ia juga berharap masyarakat dapat memahami keterbatasan anggaran yang tersedia sehingga perencanaan kegiatan dapat dilakukan secara realistis dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Camat Beruntung Baru, Wahidin Noor, dalam sambutannya menekankan agar penetapan prioritas pembangunan dilakukan melalui musyawarah dengan mengedepankan prinsip partisipatif. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat diperlukan agar prioritas yang ditetapkan benar-benar mencerminkan kebutuhan bersama. Ia juga mendorong munculnya inovasi dalam pengelolaan anggaran dan pelaksanaan kegiatan desa agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara optimal.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Beruntung Baru, dr. Wiwien Soesilowati, menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penanganan persoalan BPJS Kesehatan serta peningkatan perhatian terhadap kelompok rentan, khususnya anak yang mengalami stunting dan ibu hamil berisiko. Sinergi antarinstansi diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan dan memastikan kelompok yang membutuhkan memperoleh perhatian yang memadai.
Dalam kesempatan yang sama, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Beruntung Baru, Norhadie, menyampaikan materi terkait program perlindungan sosial (Perlinsos). Ia mengajak seluruh pihak untuk turut berperan sebagai agen perlindungan sosial, sehingga informasi dan layanan program perlindungan sosial dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Selanjutnya, Tenaga Pendamping Profesional Kecamatan Beruntung Baru, Arbain, memaparkan materi mengenai isu prioritas Dana Desa Tahun 2027. Paparan tersebut menjadi bahan bagi peserta dalam mendiskusikan arah penggunaan Dana Desa dengan mempertimbangkan ketentuan yang berlaku, kebutuhan masyarakat, serta prioritas pembangunan desa.
Setelah pemaparan materi dan forum diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara Musrenbangdes oleh Pambakal Jambu Raya, Gazali Rahman, bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Jambu Raya.
Melalui Musrenbangdes ini, diharapkan penyusunan RKPDesa Jambu Raya Tahun Anggaran 2027 dapat menghasilkan prioritas kegiatan yang disepakati bersama, sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran, serta mendukung pembangunan desa yang partisipatif, terarah, dan berkelanjutan. (IP Beruntung Baru Brigade Informasi RA)
