Susun Roadmap Riset, Bapperida Gandeng UGM Serta Libatkan, SKPD dan Kecamatan

MARTAPURA – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar menggelar ekspose pendahuluan Kajian Penyusunan Roadmap Kebutuhan Riset dan Kajian Daerah Kabupaten Banjar Tahun 2027–2031 di Aula Bauntung, Kamis (15/10/2026) pagi. Kegiatan ini merupakan kerja sama Bapperida Kabupaten Banjar dengan tim kajian dari Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerjasama (PPKK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM), sebagai langkah awal memetakan kebutuhan riset yang mendukung prioritas pembangunan daerah.


Acara dibuka langsung oleh Kepala Bapperida Kabupaten Banjar, Hj. Anna Rosida Santi, didampingi Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA), Nuri Ansyari, serta dihadiri perwakilan SKPD dan kecamatan lingkup Kabupaten Banjar, bersama peneliti UGM, Fuad Setiawan Khabibi, dan tim.

 


Dalam sambutannya, Anna Rosida Santi menegaskan bahwa penyusunan roadmap kebutuhan riset dan kajian daerah diperlukan sebagai panduan yang jelas bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah penelitian selama lima tahun ke depan. Menurutnya, riset harus mampu memberikan manfaat nyata dan menjadi faktor pengungkit dalam mempercepat pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banjar. Melalui peta jalan tersebut, kebutuhan penelitian diharapkan dapat disusun secara terarah, mulai dari penentuan prioritas pada tahun pertama hingga tahun 2031.


Ia menjelaskan, kerja sama dengan PPKK UGM juga dimaksudkan untuk menjaga keselarasan antara kebutuhan riset daerah dan arah kebijakan pembangunan yang telah direncanakan dalam RPJMD. “Harapan kami ini akan inline nantinya. Inline antara keperluan riset dan penelitian ini dengan RPJMD,” ujarnya.


Ia menambahkan, hasil kajian tersebut diharapkan turut mendukung pencapaian tujuan pembangunan jangka panjang Kabupaten Banjar, khususnya visi Banjar Bumi Intan yang menekankan pengembangan sektor pariwisata, perikanan, dan pertanian.


Anna meminta seluruh SKPD dan perwakilan kecamatan yang hadir agar berpartisipasi aktif dalam diskusi dengan menyampaikan masukan berdasarkan kondisi, tantangan, serta kebutuhan pembangunan di masing-masing sektor. Menurutnya, perangkat daerah merupakan pihak yang memahami secara langsung persoalan dan kebutuhan di lapangan sehingga kontribusi mereka penting untuk mempertajam hasil kajian.


“Berbagai masukan tersebut nantinya akan dihimpun oleh tim peneliti sebagai bahan penyempurnaan laporan antara dan laporan akhir, sehingga roadmap yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan Kabupaten Banjar.” Jelasnya

 


Pada sesi paparan, Fuad Setiawan Khabibi bersama tim peneliti UGM menjelaskan bahwa penyusunan roadmap dilakukan untuk mengevaluasi kajian yang telah dilaksanakan sebelumnya, mengidentifikasi persoalan pembangunan, serta memetakan kebutuhan riset lintas sektor. Pendekatan ini diarahkan untuk memperkuat kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), sehingga perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan tidak hanya bertumpu pada asumsi, tetapi juga didukung data, fakta lapangan, dan hasil penelitian yang relevan. Pemetaan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah daerah mengenali kesenjangan kebijakan maupun kebutuhan pengetahuan yang masih perlu ditindaklanjuti.

 


Tim peneliti juga memaparkan hasil penelaahan awal atau desk review terhadap kajian yang telah dilaksanakan SKPD sebagai dasar untuk mengetahui penelitian yang sudah tersedia dan kebutuhan kajian yang masih perlu dikembangkan. Penyusunan roadmap menggunakan kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif, antara lain melalui analisis data, telaah dokumen, wawancara, serta diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD). Hasil penelaahan tersebut selanjutnya akan dipertajam melalui pemetaan isu dan kebutuhan riset per urusan, penyusunan tema serta judul penelitian, dan penentuan prioritas agar selaras dengan indikator kinerja perangkat daerah serta target pembangunan Kabupaten Banjar.

 


Pada sesi diskusi yang berlangsung dinamis, peserta ekspose diharapkan menyampaikan berbagai masukan dan informasi mengenai persoalan pembangunan, hasil kajian terdahulu, serta kebutuhan penelitian di sektor masing-masing.


Melalui proses ini, Bapperida Kabupaten Banjar sebagai sektor pengampu riset dan inovasi daerah berharap roadmap tahun 2027–2031 dapat menjadi acuan dalam menentukan prioritas kajian yang tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan. (Ione/Brigade Bapperida)


Komentar