Peringati World Rabies Day, Distan Banjar Gelar Sosialisasi dan Layanan Kesehatan Hewan Gratis
MARTAPURA, InfoPublik - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar menggelar sosialisasi pencegahan dan penanganan rabies sekaligus pelayanan kesehatan hewan gratis di Klinik Hewan Kawan Ku Bungas, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar dalam rangka peringati World Rabies Day, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan ini menyediakan pelayanan gratis berupa vaksinasi rabies untuk 50 ekor hewan, pengobatan dan pemberian vitamin bagi 50 ekor hewan, serta sterilisasi terhadap enam ekor kucing dan anjing.
Sekretaris Distan Kabupaten Banjar, Retno Sri Murwani, yang membacakan sambutan Kepala Dinas Pertanian, menyampaikan bahwa koordinasi antarpihak penting untuk menyelaraskan pelayanan, pembinaan, dan pengawasan kesehatan hewan. Pertemuan tersebut juga menjadi sarana membahas kebutuhan di lapangan serta memperkuat kerja sama antarinstansi.
“Koordinasi yang rutin dan pertukaran informasi yang baik diperlukan agar pelayanan, pembinaan, pengawasan kesehatan hewan, serta penyampaian informasi kepada masyarakat dapat berjalan lebih searah,” demikian pernyataan yang dirumuskan berdasarkan sambutan yang dibacakan Retno.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Kabupaten Banjar, drh. Lulu Vilavardi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menggabungkan dua agenda, yakni sosialisasi pencegahan dan penanganan rabies serta pelayanan kesehatan hewan diberikan secara gratis bagi masyarakat yang memiliki KTP Kabupaten Banjar.
“Untuk kegiatan hari ini, kami melaksanakan vaksinasi rabies sebanyak 50 ekor, pengobatan gratis 50 ekor, serta sterilisasi gratis sebanyak enam ekor. Semua pelayanan ini gratis bagi masyarakat yang memiliki KTP Kabupaten Banjar,” jelas Lulu.
Lulu menerangkan, World Rabies Day atau Hari Rabies Sedunia diperingati setiap 28 September. Momentum ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan rabies, khususnya melalui vaksinasi dan pelaporan apabila ditemukan hewan yang menunjukkan perilaku mencurigakan.
Ia mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan kasus rabies di Kabupaten Banjar. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan. Ia mencontohkan laporan mengenai monyet di kawasan Gambut, sekitar Sambang Lihung, yang sempat masuk ke permukiman dan mengganggu warga. Setelah dievakuasi dan dipantau selama beberapa hari, monyet tersebut tidak menunjukkan gejala yang mengarah pada rabies.
Selain itu, laporan gigitan hewan juga pernah diterima dari wilayah Aluh-Aluh. Namun, menurut Lulu, laporan gigitan hewan pada 2026 cenderung menurun dibandingkan periode sebelumnya.
“Harapan kita tentu ingin membebaskan rabies. Ini tidak bisa hanya dilakukan oleh dinas, tetapi perlu kesadaran masyarakat untuk membawa hewan peliharaannya ke fasilitas kesehatan hewan. Kami juga melakukan pelayanan keliling, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan layanan yang tersedia,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya pemilik anjing dan kucing, agar memastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksinasi rabies sesuai ketentuan. Jika terjadi gigitan atau ditemukan hewan dengan perilaku tidak biasa, masyarakat diminta segera menghubungi petugas kesehatan atau petugas kesehatan hewan terdekat.
Dalam sambutan yang dibacakan Retno, pemerintah juga mengajak seluruh pihak memperhatikan kebutuhan peternak dan pengembangan sektor peternakan di Kabupaten Banjar. Hal tersebut mencakup kelancaran pelayanan, peningkatan kesehatan hewan, serta penerapan tata kelola peternakan yang baik.
Masukan dari petugas lapangan dan masyarakat diharapkan menjadi bahan penyusunan tindak lanjut. Setiap peserta rapat juga didorong menyampaikan kondisi, kendala, dan kebutuhan di wilayah masing-masing agar program yang dijalankan sesuai dengan situasi lapangan.
Melalui kegiatan ini, Distan Kabupaten Banjar berharap koordinasi lintas sektor semakin kuat, pemahaman masyarakat mengenai pencegahan rabies meningkat, dan pelayanan kesehatan hewan dapat berjalan lebih optimal. Upaya tersebut membutuhkan kerja sama pemerintah, petugas kesehatan hewan, pelaku usaha peternakan, komunitas pecinta hewan, serta masyarakat.
(Brigade Distan Syaripuddin)
