Murid SDN Sungai Kupang Sulap Limbah Tali Rafia Ompreng MBG Menjadi Makrame dan Kemoceng

GAMBUT, InfoPublik - Murid-murid SDN Sungai Kupang menunjukkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan dengan mengolah limbah tali rafia bekas pengikat ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi kerajinan makrame dan kemoceng. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kreatif yang mendorong peserta didik memanfaatkan barang bekas menjadi produk yang bernilai guna. (8/10/2026)

Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan SDN Sungai Kupang tersebut melibatkan murid kelas III, IV, V, dan VI dengan pendampingan guru. Tali rafia bekas dikumpulkan dan dipilah untuk selanjutnya diolah menjadi berbagai kerajinan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan penuh antusias, para murid mengikuti tahapan pembuatan kerajinan, mulai dari menyusun, melipat, dan mengikat tali rafia menjadi makrame hingga memotong serta merangkainya menjadi kemoceng. Proses ini melatih keterampilan, ketelitian, kesabaran, dan kreativitas murid dalam menghasilkan karya yang rapi dan bermanfaat.

Selain mengembangkan keterampilan, kegiatan tersebut juga memperkenalkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), yakni mengurangi sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, dan mendaur ulang bahan menjadi produk baru. Murid diajak memahami bahwa limbah yang kerap dianggap tidak berguna dapat memiliki nilai tambah apabila dikelola dengan tepat.

Guru pendamping menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan positif dalam memanfaatkan barang bekas sekaligus meningkatkan kepedulian murid terhadap kebersihan lingkungan. “Kami ingin mengajarkan kepada murid bahwa bahan sederhana yang ada di sekitar kita dapat dimanfaatkan menjadi karya yang menarik dan bermanfaat. Limbah tali rafia dari ompreng MBG ini menjadi contoh nyata bahwa kreativitas dapat membantu mengurangi sampah sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai guna,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan karakter peserta didik, terutama dalam menumbuhkan kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, dan ketekunan. Dengan bimbingan guru, murid memperoleh pengalaman belajar secara langsung sekaligus didorong untuk mengembangkan ide kreatif dalam menghadapi permasalahan sampah di lingkungan sekolah.

SDN Sungai Kupang terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, inovatif, dan berorientasi pada penguatan karakter. Diharapkan, pemanfaatan limbah tali rafia menjadi makrame dan kemoceng dapat menginspirasi murid untuk membiasakan perilaku ramah lingkungan serta menjadikan kreativitas sebagai salah satu upaya sederhana dalam mengurangi sampah.


Komentar