Forkopimcam Beruntung Baru Gelar Rakor, Bahas Karhutla hingga Krisis Air Bersih

BERUNTUNG BARU – Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Beruntung Baru menggelar rapat koordinasi dalam rangka memperkuat sinergi lintas sektor serta membahas sejumlah isu dan kondisi terkini di wilayah Kecamatan Beruntung Baru.

Rakor dilaksanakan di Aula Kecamatan Beruntung Baru, Kamis (8/10/2026) pukul 10.00 WITA. Kegiatan dihadiri Camat Beruntung Baru Wahidin Noor, Kapolsek Beruntung Baru IPDA Deden Aprianto Lesmana, Danposramil Beruntung Baru Fahrurrazi, Kasi Pemerintahan Kecamatan Beruntung Baru, para Sekretaris Desa se-Kecamatan Beruntung Baru, kepala lingkungan, Kanit Intelkam Polsek Beruntung Baru, Bhabinkamtibmas Desa Kampung Baru, serta perwakilan Linmas desa se-Kecamatan Beruntung Baru.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan dan arahan dari Camat Beruntung Baru, Kapolsek Beruntung Baru dan Danposramil Beruntung Baru, doa serta penutup.

Dalam arahannya, Camat Beruntung Baru Wahidin Noor menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir. Ia menekankan pentingnya koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi sejumlah kondisi yang berpotensi berdampak terhadap masyarakat.

Salah satu perhatian utama dalam rakor tersebut adalah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul kondisi kemarau panjang. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kabut asap serta mengancam keselamatan masyarakat, permukiman, fasilitas umum, maupun menimbulkan kerugian material.

Wahidin Noor mengingatkan seluruh jajaran pemerintah desa agar terus memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta mencegah aktivitas yang dapat memicu terjadinya karhutla.

Selain karhutla, rapat juga membahas kondisi kekeringan yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kecamatan Beruntung Baru. Untuk itu, diperlukan langkah bersama dalam mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Salah satu langkah yang didorong adalah melakukan pendataan kembali terhadap sumur bor di masing-masing desa, terutama sumur yang masih aktif dan dapat dimanfaatkan pada saat musim kemarau. Pendataan mencakup kondisi sumur serta kemampuan sumber air dalam menyuplai kebutuhan masyarakat di sekitarnya.

Camat juga mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir rob maupun banjir akibat hujan, khususnya di wilayah desa yang selama ini rawan dan pernah terdampak banjir.

Sementara itu, Kapolsek Beruntung Baru IPDA Deden Aprianto Lesmana menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak atas kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini situasi dan kondisi keamanan di wilayah Kecamatan Beruntung Baru berjalan aman dan lancar.

Kapolsek mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem dan kemarau panjang. Karhutla menjadi salah satu perhatian karena keterbatasan sumber air dan sarana pemadaman dapat memperbesar dampak kebakaran, termasuk munculnya kabut asap yang dapat mengganggu jarak pandang dan kesehatan masyarakat.

Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca dan informasi resmi dari BMKG Provinsi Kalimantan Selatan serta meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.

Terkait kondisi kekeringan, IPDA Deden Aprianto Lesmana mendorong pemerintah desa untuk mencari solusi bersama dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Tingginya permintaan distribusi air bersih di wilayah Kabupaten Banjar menyebabkan waktu pendistribusian oleh BPBD Kabupaten Banjar menjadi lebih panjang dibandingkan sebelumnya.

Selain isu kebencanaan, rakor juga membahas sejumlah program pemerintah, termasuk pemutakhiran data program Kementerian Sosial yang mendapat dukungan dan pendampingan TNI-Polri di wilayah desa.

Sementara itu, Danposramil Beruntung Baru Fahrurrazi turut menyampaikan sejumlah hal yang menjadi perhatian, di antaranya pendampingan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), khususnya terkait persoalan lahan, serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Fahrurrazi juga menyampaikan bahwa penanganan karhutla menjadi perhatian bersama mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Selain itu, TNI turut mendukung pendataan yang berkaitan dengan program Kementerian Sosial sebagai bagian dari upaya pemutakhiran data di lapangan.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Forkopimcam Beruntung Baru berharap sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI, Polri, serta unsur masyarakat dapat terus diperkuat. Koordinasi dan kesiapsiagaan bersama penting dalam menghadapi potensi karhutla, kekeringan, krisis air bersih, maupun ancaman banjir, sehingga setiap persoalan di masyarakat dapat ditangani secara cepat dan terpadu. (IP Beruntung Baru/ Brigade Informasi RA)


Komentar