Disdik Banjar Perkuat Budaya Mutu Sekolah Penerima BOS Kinerja melalui Pelatihan SPMI

MARTAPURA BARAT, InfoPublik – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar memperkuat budaya mutu satuan pendidikan melalui Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bagi delapan sekolah penerima BOS Kinerja (BOSKIN) terbaik jenjang SMP Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di SMPN 1 Martapura Barat, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan diikuti perwakilan delapan sekolah penerima BOS Kinerja, salah satunya SMPN 1 Aranio yang diwakili Yuni Mahrita, S.Pi., M.Pd., Mawardi, S.Pd., Hendriyani, S.Pd., dan Zain Aufia, S.Pd. Hadir pula Kabid Bina SMP Disdik Banjar Hj. Darmina Budianti, S.Pd., M.M., Koordinator Pengawas Rusita Dahlia, S.Pd., serta Fasilitator Daerah BPMP Husna Rusdiana, S.Kom.

Hj. Darmina Budianti menegaskan bahwa penerapan SPMI tidak boleh berhenti pada pemenuhan administrasi, tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan. Sekolah penerima BOS Kinerja juga diharapkan mampu memanfaatkan anggaran secara tepat sesuai kebutuhan peningkatan kualitas layanan pendidikan.

“Kami mengharapkan dengan adanya bimtek ini, sekolah-sekolah terutama penerima BOS Kinerja dapat menjadi sekolah yang mampu membangun budaya mutu, melakukan perbaikan secara berkelanjutan, serta mampu menggunakan data dan hasil evaluasi sebagai dasar dalam mengambil keputusan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” ujar Hj. Darmina Budianti.

Fasilitator Daerah BPMP Husna Rusdiana menjelaskan bahwa SPMI merupakan penjaminan mutu yang dilaksanakan secara internal oleh satuan pendidikan untuk memenuhi dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Ia menekankan penerapannya harus berlandaskan prinsip objektif, transparan, akuntabel, komprehensif, partisipatif dan berkelanjutan.

“SPMI merupakan penjaminan mutu yang dilaksanakan secara internal oleh satuan pendidikan yang bertujuan untuk memenuhi dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan,” jelas Husna. Ia menambahkan, “SPMI berfungsi membangun budaya mutu di sekolah.”

Implementasi SPMI dilakukan secara sistematis melalui tahapan memetakan, merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan mengendalikan. Rapor Pendidikan menjadi salah satu sumber data penting dalam proses pemetaan untuk membantu sekolah mengenali capaian, kekuatan, kelemahan dan aspek yang masih perlu diperbaiki. “Rapor Pendidikan menjadi sumber data utama dalam proses pemetaan mutu,” ujar Husna.

Bagi SMPN 1 Aranio dan sekolah peserta lainnya, pelatihan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat praktik penjaminan mutu internal dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut program sekolah. Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi antara sekolah, pengawas, Dinas Pendidikan dan BPMP sehingga budaya mutu dapat diterapkan secara konsisten dan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran serta layanan pendidikan bagi murid.


Komentar