Perkuat Penanganan ATS, Disdik Banjar Tingkatkan Kapasitas Kader Posyandu SPM Pendidikan

MARTAPURA, InfoPublik – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar memperkuat kapasitas Kader Posyandu SPM Pendidikan dalam mendukung penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Kegiatan pembinaan dilaksanakan Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF/Kesetaraan Disdik Banjar di Desa Tatah Jaruju, Kecamatan Tatah Makmur, Selasa (6/10/2026).

Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Kader Posyandu dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan, terutama untuk membantu mengidentifikasi, mendata, dan menyampaikan informasi mengenai anak yang berisiko putus sekolah maupun yang sudah tidak bersekolah.

Kabid Pembinaan PAUD dan PNF/Kesetaraan Disdik Banjar, Arliza Mayasari, S.E., M.M., menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan. Kader Posyandu dinilai memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga dan lingkungan masyarakat.

“Penanganan ATS tidak dapat dilakukan oleh Dinas Pendidikan sendiri. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah desa, kader Posyandu, TP Posyandu, satuan pendidikan, serta unsur terkait lainnya. Karena itu, yang kita bangun adalah mekanisme koordinasi agar informasi dari lapangan dapat segera diteruskan, diverifikasi, dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan anak,” ujar Arliza.

Kegiatan yang turut dihadiri Ketua TP Posyandu Kecamatan Tatah Makmur Ibu Amalia, Ketua TP Posyandu Desa Tatah Jaruju, serta Pambakal Desa Tatah Jaruju tersebut juga dirangkaikan dengan koordinasi penanganan ATS. Setiap anak yang teridentifikasi diharapkan dapat ditelusuri kondisi dan penyebabnya, kemudian dipetakan kebutuhannya untuk memperoleh layanan pendidikan yang sesuai.

Ketua TP Posyandu Kecamatan Tatah Makmur, Ibu Amalia, menyampaikan dukungannya terhadap penguatan sinergi tersebut. Kedekatan kader dengan masyarakat menjadi modal penting untuk membantu menemukan anak yang membutuhkan perhatian dan meneruskan informasi kepada pihak terkait.

“Kami mendukung sinergi ini. Kader Posyandu berada dekat dengan masyarakat dan keluarga, sehingga kami bisa ikut membantu mengenali anak-anak yang tidak sekolah dan menyampaikan informasinya kepada pihak terkait. Mudah-mudahan melalui kerja sama ini, anak-anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan dapat segera dibantu dan diarahkan kembali ke layanan yang sesuai,” ujarnya.

Penguatan koordinasi tersebut sejalan dengan semangat SAPA ATS BANJAR (Sinergi Aksi Penanganan Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Banjar), yang menghubungkan data, masyarakat, pemerintah desa, kader, dan jejaring layanan pendidikan. Penanganan diharapkan tidak berhenti pada pendataan, tetapi berlanjut pada pendampingan dan rujukan, termasuk melalui layanan pendidikan nonformal dan kesetaraan pada SPNF SKB maupun PKBM sesuai kebutuhan masing-masing anak.


Komentar