Kecamatan Beruntung Baru Ikuti Ekspose Pendahuluan Kajian Indeks Pembangunan Kebudayaan 2026

BERUNTUNG BARU — Upaya memperkuat pembangunan kebudayaan berbasis data terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar. Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar menggelar Ekspose Pendahuluan Kajian Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) Kabupaten Banjar Tahun 2026 di Aula Bauntung Bapperida Kabupaten Banjar Lantai 3, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 Wita tersebut turut dihadiri unsur perangkat daerah dan stakeholder terkait. Mewakili Camat Beruntung Baru, Kasi Pemberdayaan Masyarakat (PM) Kecamatan Beruntung Baru, Tati Yuliani, hadir dalam kegiatan tersebut.

Ekspose pendahuluan ini merupakan tahap awal dalam penyusunan Kajian Indeks Pembangunan Kebudayaan Kabupaten Banjar Tahun 2026. Kegiatan menjadi ruang untuk memaparkan rancangan awal kajian sekaligus menghimpun masukan dari berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan pembangunan kebudayaan.

Sebanyak 31 stakeholder terkait diundang dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kementerian Agama Kabupaten Banjar, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar, Bagian Kesra Setda Kabupaten Banjar, Disbudporapar, Dinas Pendidikan, Dinsos P3AP2KB, DKUMPP, DKISP, DPMD, Dispersip, Kesbangpol, para camat se-Kabupaten Banjar, serta jajaran bidang di lingkungan Bapperida.

Keterlibatan berbagai sektor tersebut dinilai penting karena pembangunan kebudayaan memiliki cakupan yang luas dan bersinggungan dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, keagamaan, hingga pelestarian dan pengembangan kebudayaan.

Melalui ekspose pendahuluan, masing-masing stakeholder diharapkan dapat memberikan masukan sekaligus membantu proses sinkronisasi data lintas sektor. Data yang lebih lengkap dan selaras menjadi bagian penting untuk menghasilkan kajian yang mampu menggambarkan kondisi pembangunan kebudayaan di Kabupaten Banjar secara lebih komprehensif.

Bagi Kecamatan Beruntung Baru, kehadiran dalam forum tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap proses perencanaan pembangunan daerah, khususnya dalam penyediaan informasi dan data yang berkaitan dengan kondisi sosial serta kehidupan masyarakat di wilayah kecamatan.

Tati Yuliani menyampaikan bahwa keterlibatan kecamatan dalam proses kajian menjadi kesempatan untuk turut memberikan informasi yang diperlukan sesuai kondisi di wilayah.

“Data dan informasi dari tingkat kecamatan menjadi bagian yang penting dalam mendukung penyusunan kajian. Dengan adanya koordinasi lintas sektor seperti ini, diharapkan data yang digunakan benar-benar dapat menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan,” ujarnya.

Kajian Indeks Pembangunan Kebudayaan nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan kebudayaan di Kabupaten Banjar.

Melalui sinergi perangkat daerah, kecamatan, serta stakeholder terkait, Pemerintah Kabupaten Banjar terus mendorong agar pembangunan kebudayaan dapat direncanakan secara lebih terarah, berbasis data, dan sesuai dengan karakteristik masyarakat di masing-masing wilayah.

Kecamatan Beruntung Baru berkomitmen mendukung proses tersebut melalui koordinasi dan penyediaan data serta informasi yang diperlukan, sehingga pembangunan kebudayaan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya dan kehidupan sosial di daerah.

(IP Beruntung Baru/ Brigade Informasi RA)


Komentar