Lokakarya SAPA ATS BANJAR Perkuat Alur Koordinasi, Rujukan, dan Monitoring Penanganan ATS

MARTAPURA, InfoPublik- Tim Efektif SAPA ATS BANJAR (Sinergi Aksi Penanganan Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Banjar) melaksanakan Lokakarya Penyusunan Alur Koordinasi dan Rujukan ATS serta Instrumen Monitoring dan Tindak Lanjut ATS, Jumat (2/10/2026) bertempat di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan pelaksanaan Aksi Perubahan untuk memperkuat mekanisme penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Banjar.

Aksi Perubahan tersebut digagas oleh Kabid Pembinaan PAUD dan PNF/Kesetaraan Disdik Banjar, Arliza Mayasari, S.E., M.M., sebagai tindak lanjut atas proses pengelolaan, verifikasi, dan pemetaan data ATS yang telah dilakukan Tim Efektif.

Lokakarya berfokus pada penyusunan alur koordinasi dan rujukan yang sistematis, mulai dari identifikasi ATS, verifikasi kondisi dan penyebab, pemetaan kebutuhan, penentuan layanan, hingga rujukan dan tindak lanjut. Pembahasan juga diarahkan agar setiap tahapan dapat dipahami dan diterapkan oleh pihak-pihak yang terlibat.

Dalam arahannya, Arliza Mayasari menegaskan pentingnya koordinasi agar data ATS dapat ditindaklanjuti secara nyata dan tidak berhenti pada proses pendataan. “Kita ingin memastikan bahwa data ATS tidak berhenti sebagai data. Setiap anak yang teridentifikasi harus dapat diketahui kondisi dan kebutuhannya, kemudian diarahkan kepada layanan yang sesuai melalui mekanisme koordinasi dan rujukan yang jelas,” ujar Arliza Mayasari.

Pembahasan turut mencakup penyusunan instrumen monitoring dan tindak lanjut untuk memantau perkembangan penanganan setiap ATS, termasuk status rujukan, layanan yang diberikan, serta kondisi setelah memperoleh layanan. Instrumen tersebut diharapkan mendukung proses pemantauan secara berkelanjutan dan menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.

Tim Efektif juga melakukan diskusi dan simulasi terhadap sejumlah kondisi ATS serta alternatif layanan yang dapat diberikan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memastikan alur koordinasi dan rujukan yang disusun bersifat praktis, mudah dipahami, serta mampu menghubungkan data, hasil verifikasi, kebutuhan, layanan, tindak lanjut, dan monitoring.

Hasil lokakarya selanjutnya menjadi bahan penyempurnaan mekanisme koordinasi dan rujukan serta instrumen monitoring dan tindak lanjut SAPA ATS BANJAR. Aksi Perubahan ini diharapkan mendorong pola kerja yang semakin kolaboratif antarpemangku kepentingan, sehingga penanganan ATS dapat berlangsung lebih terarah, responsif, dan berkelanjutan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing anak.

SAPA ATS BANJAR — Menyapa untuk Peduli, Bersinergi untuk Bergerak, Bergerak untuk Membawa Perubahan.


Komentar