Bapperida Siapkan ASN Hadapi Diklat Manajemen Risiko

MARTAPURA - Manajemen risiko menjadi instrumen penting bagi setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam memastikan proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan berjalan lebih terukur. Karena itu, peningkatan kompetensi aparatur menjadi bagian penting agar pengelolaan risiko tidak hanya dipahami secara teori, tetapi mampu diterapkan dan didokumentasikan dalam proses kerja di masing-masing SKPD.


Hal tersebut disampaikan Kepala Bapperida Kabupaten Banjar Hj Anna Rosida Santi didampingi Plt Kabid Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi (PPE) Mujahid serta Inspektur Pembantu Wilayah II Inspektorat Daerah Min’am Naqi dalam rapat persiapan Diklat Manajemen Risiko Dasar, dihadiri SKPD lingkup Kabupaten Banjar Jumat (2/10/2026) pagi, di Aula Baiman Lantai III Kantor Bapperida Kabupaten Banjar.

 


Anna mengatakan, manajemen risiko diperlukan untuk mendukung terwujudnya dokumen perencanaan strategis, khususnya RPJMD dan Renstra, dengan melibatkan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar. Peserta yang dipersiapkan berasal dari eselon III ke bawah, terutama Kasubbag Perencanaan, dengan jumlah perwakilan setiap SKPD disesuaikan berdasarkan kompleksitas tugas dan pekerjaan masing-masing.


“Manajemen risiko penting untuk memastikan setiap tahapan perencanaan dapat mengidentifikasi potensi risiko sejak awal, sehingga langkah pengendalian dapat disiapkan dan dilaksanakan secara tepat,” ujar Anna.


Untuk meningkatkan kemampuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banjar merencanakan Diklat Manajemen Risiko Dasar sebanyak dua angkatan di Ciawi, Bogor, bekerja sama dengan Inspektorat dan Badiklat BPKP.



 Dalam rapat tersebut, Mujahid menjelaskan tata cara, sistematika, serta kriteria kesiapan calon peserta secara lebih rinci. Menurutnya, peserta yang ditunjuk tidak hanya diharapkan mengikuti seluruh proses pembelajaran, tetapi juga memiliki kapasitas untuk memahami materi dan mendiseminasikan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan kerja di SKPD masing-masing.


Ia menjelaskan, salah satu kemampuan teknis yang perlu dimiliki peserta adalah kemampuan mengoperasikan komputer, minimal aplikasi perkantoran seperti Word dan Excel. Kemampuan tersebut diperlukan untuk mendukung penyusunan, pengolahan, serta pendokumentasian berbagai dokumen manajemen risiko, sehingga hasil pembelajaran dapat diterapkan secara lebih efektif dalam pekerjaan.


Melalui rapat persiapan ini, Bapperida bersama Inspektorat Daerah diharapkan dapat memastikan kesiapan peserta dan pelaksanaan diklat berjalan sesuai kebutuhan. Setelah mengikuti pelatihan, para peserta diharapkan mampu menjadi penggerak di masing-masing SKPD dalam menerapkan pengetahuan manajemen risiko, sehingga proses perencanaan pembangunan Kabupaten Banjar semakin terukur, terdokumentasi dan mampu mengantisipasi berbagai potensi risiko sejak tahap awal.(Ione/Brigade Bapperida)


Komentar