Disdik Banjar Perkuat Sinergi Penanganan ATS Bersama Kecamatan Mataraman

BANJAR, InfoPublik - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui SAPA ATS BANJAR (Sinergi Aksi Penanganan Anak Tidak Sekolah Kabupaten Banjar).

Kegiatan koordinasi dilaksanakan di Kecamatan Mataraman, dipimpin oleh Kabid Pembinaan PAUD, PNF/Kesetaraan, Arliza Mayasari, S.E., M.M., bersama Kasi PNF, Ika Apriana Dahliani, serta Tim Efektif SAPA ATS BANJAR, Noor Alfisyah Ratin dan Muhammad. (1/10/2026)

Koordinasi bersama Pemerintah Kecamatan Mataraman menjadi bagian dari upaya membangun jejaring penanganan ATS hingga tingkat wilayah. Pembahasan diarahkan pada penguatan koordinasi dalam pendataan dan verifikasi ATS, pemetaan penyebab dan kebutuhan anak, serta kesiapan layanan pendidikan dan mekanisme rujukan.

Kabid Pembinaan PAUD, PNF/Kesetaraan, Arliza Mayasari, menyampaikan bahwa penanganan ATS membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah kecamatan dan desa karena sebagian besar informasi mengenai kondisi anak berada di tingkat kewilayahan.

“SAPA ATS BANJAR kita dorong sebagai gerakan bersama. Data ATS tidak cukup hanya dikumpulkan, tetapi harus kita pastikan kebenarannya, kita pahami penyebabnya, kemudian kita hubungkan dengan layanan yang sesuai. Karena itu, dukungan kecamatan dan desa sangat penting agar tidak ada anak yang terlewat dari perhatian,” ujar Arliza.

Menurutnya, kolaborasi tersebut juga menjadi langkah untuk memastikan bahwa setiap anak yang teridentifikasi tidak sekolah dapat memperoleh pendampingan dan diarahkan kembali ke jalur pendidikan yang sesuai, baik melalui pendidikan formal maupun pendidikan nonformal/kesetaraan.

Sementara itu, Camat Mataraman, Heryanto, S.STP., menyambut baik koordinasi yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar dan menyatakan kesiapan Pemerintah Kecamatan Mataraman untuk mendukung upaya penanganan ATS di wilayahnya.

“Kami menyambut baik upaya Dinas Pendidikan melalui SAPA ATS BANJAR. Pemerintah Kecamatan Mataraman siap mendukung dan bersinergi dengan desa serta pihak terkait untuk membantu mengidentifikasi anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan dan mendorong agar mereka dapat kembali memperoleh kesempatan belajar,” ungkap Heryanto.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara kecamatan, pemerintah desa, kader di masyarakat, dan satuan pendidikan perlu terus diperkuat agar penanganan ATS dapat dilakukan secara bersama dan berkelanjutan.

Koordinasi di Kecamatan Mataraman ini menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan SAPA ATS BANJAR, dengan semangat “Menyapa untuk Peduli, Bersinergi untuk Bergerak, Bergerak untuk Membawa Perubahan.” Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan penanganan ATS di Kabupaten Banjar semakin terarah, terkoordinasi, dan mampu membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak yang belum bersekolah.


Komentar