Lestarikan Bahasa Banjar, Murid SMP Negeri 1 Sungai Tabuk Berprestasi di FTBI 2026
MARTAPURA, InfoPublik - Prestasi membanggakan ditorehkan murid SMP Negeri 1 Sungai Tabuk dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang SMP Tahun 2026 yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Martapura, Rabu (30/9/2026). Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan kemampuan berbahasa dan bersastra daerah di kalangan generasi muda.
Sebanyak lima murid SMP Negeri 1 Sungai Tabuk mengikuti sejumlah cabang perlombaan yang mengangkat bahasa dan budaya Banjar. Cabang yang diikuti meliputi bakisah bahasa Banjar, bapandung atau komedi tunggal bahasa Banjar, menulis dan membaca puisi bahasa Banjar, pidato bahasa Banjar, serta menulis kisah handap (kisdap) bahasa Banjar.
Keikutsertaan para murid membuahkan hasil membanggakan. Dhenatri Ardianty berhasil meraih Juara I Lomba Menulis Puisi Bahasa Banjar, sedangkan Muhammad Nur Ikhsan Nabiha meraih Juara Harapan III Lomba Pidato Bahasa Banjar.
Capaian tersebut menunjukkan kemampuan murid dalam menuangkan gagasan sekaligus menggunakan bahasa Banjar secara kreatif. Prestasi Dhenatri pada cabang menulis puisi juga menjadi capaian tersendiri karena memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas dan kecintaannya terhadap bahasa daerah.
Dhenatri mengaku bersyukur dan bangga dapat mengikuti FTBI serta memperoleh pengalaman berharga dari ajang tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkarya sekaligus menjaga keberadaan bahasa Banjar.
“Saya merasa sangat bersyukur dan bangga bisa mendapatkan pengalaman serta pencapaian ini. Saya berharap, lomba seperti ini dapat terus menjadi wadah bagi generasi muda seperti saya untuk berkarya sekaligus menggunakan dan melestarikan bahasa Banjar,” ungkap Dhenatri.
Festival Tunas Bahasa Ibu menjadi salah satu wadah untuk memperkuat penggunaan bahasa ibu di kalangan generasi muda. Beragam cabang seperti bakisah, bapandung, pidato, penulisan kisdap, dan puisi memberikan kesempatan kepada murid untuk mengenal sekaligus mengekspresikan kekayaan bahasa dan budaya Banjar.
Prestasi Dhenatri Ardianty dan Muhammad Nur Ikhsan Nabiha diharapkan dapat menjadi motivasi bagi murid SMP Negeri 1 Sungai Tabuk lainnya untuk terus berani berkarya menggunakan bahasa Banjar. Lebih dari capaian dalam perlombaan, partisipasi dalam FTBI menjadi bagian dari upaya menjaga bahasa Banjar agar tetap digunakan, dikenal, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
