Lestarikan Bahasa Banjar, Aulia Syaqila Ramadani Raih Juara 1 Bapandung di FTBI Kabupaten Banjar 2026

MARTAPURA, InfoPublik – Kebanggaan besar menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri. Santriwati kelas IX C SMP Darul Hijrah Puteri, Aulia Syaqila Ramadani, berhasil meraih Juara 1 dalam cabang lomba Bapandung pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kabupaten Banjar. Kegiatan bergengsi ini digelar di SMP Negeri 2 Martapura, Rabu (30/9/2026).

Dengan kemenangan gemilang ini, Aulia dipastikan menjadi wakil resmi Kabupaten Banjar untuk melangkah dan bertanding di ajang FTBI tingkat Provinsi Kalimantan Selatan mendatang. Penampilannya yang memukau dalam membawakan seni tutur bahasa Banjar (Bapandung) berhasil mencuri perhatian dan meraih nilai tertinggi dari dewan juri.

Lomba seni dan budaya ini diselenggarakan sebagai upaya revitalisasi dan pelestarian bahasa daerah di kalangan generasi muda, khususnya para pelajar di wilayah Kabupaten Banjar.

Menanggapi prestasi membanggakan tersebut, Kepala SMP Darul Hijrah Puteri, Eni Zulaikah, menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa syukurnya atas pencapaian sang santriwati.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi luar biasa yang diraih oleh ananda Aulia Syaqila Ramadani. Kemenangan ini membuktikan bahwa santriwati tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan dan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian serta bakat yang luar biasa dalam melestarikan seni budaya daerah Banjar," ujar Eni Zulaikah.

"Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi santriwati lainnya untuk terus berprestasi, serta menjadi bekal semangat bagi Aulia dalam mengukir prestasi yang lebih tinggi di tingkat provinsi nanti. Kami mohon doa dan dukungannya dari segenap keluarga besar sekolah dan masyarakat," tambahnya.

Persiapan matang dan latihan intensif yang dijalani Aulia terbayar tuntas. Kini, pihak sekolah bersama tim pembimbing fokus mendampingi persiapan teknis maupun mental Aulia agar siap memberikan penampilan terbaiknya di panggung FTBI Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.


Komentar