Perkuat Layanan Pendidikan Desa, Disdik Banjar Dorong Kader Posyandu Aktif Tangani ATS
BANJAR, InfoPublik - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar terus memperkuat peran kader Posyandu dalam mendukung pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan di tingkat desa. Penguatan tersebut diarahkan untuk memastikan anak-anak yang belum memperoleh layanan pendidikan dapat teridentifikasi dan mendapat pendampingan sesuai kebutuhannya.
Pembinaan kader Posyandu SPM Pendidikan dilaksanakan di Desa Guntung Papuyu, Kecamatan Gambut, dan Desa Pasar Kamis, Kecamatan Kertak Hanyar (30/9/2026). Kegiatan turut didampingi Kabid Pembinaan PAUD dan PNF/Kesetaraan, Arliza Mayasari, S.E., M.M., selaku fasilitator pendamping.
Dalam pembinaan, para kader mendapatkan penguatan terkait peran Posyandu dalam mendukung pemenuhan SPM Pendidikan, mulai dari identifikasi anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan, pendataan, penyampaian informasi, hingga membangun komunikasi dengan pemerintah desa dan satuan pendidikan.
“Peran kader sangat penting karena berada dekat dengan masyarakat. Dengan pendataan dan komunikasi yang baik, anak-anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan dapat lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhannya,” ujar Arliza Mayasari.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan koordinasi Sinergi Aksi Penanganan Anak Tidak Sekolah (SAPA ATS BANJAR). Jejaring penanganan dari tingkat desa diharapkan mampu mempercepat identifikasi kondisi ATS sekaligus mengarahkan anak kepada layanan pendidikan yang sesuai.
Pambakal Desa Guntung Papuyu dan Pambakal Desa Pasar Kamis menyatakan dukungan terhadap upaya tersebut. Pemerintah desa siap memperkuat peran kader Posyandu serta meningkatkan koordinasi bersama Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan dalam penanganan Anak Tidak Sekolah di wilayah masing-masing.
Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memastikan setiap anak memperoleh kesempatan mengakses pendidikan. Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar bersama pemerintah kecamatan dan desa, kader Posyandu, satuan pendidikan, keluarga, serta pihak terkait terus mendorong penanganan ATS yang terkoordinasi, cepat, dan berkelanjutan agar tidak ada anak yang terlepas dari perhatian dan kesempatan mendapatkan layanan pendidikan.
