Ikuti FGD Implementasi SP2D Online, Kecamatan Karang Intan Tingkatkan Pemahaman Penginputan Pemotongan Gaji

BANJAR, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Banjar terus mendorong penerapan sistem digital dalam pengelolaan keuangan daerah melalui implementasi Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online yang terintegrasi dengan SIPD-RI Modul Keuangan.


Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) Penginputan Pemotongan Gaji dalam rangka Implementasi SP2D Online yang digelar di Aula Permata Lantai 2 Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Banjar, Senin (28/9/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Staf Kecamatan Karang Intan, Adi Rahmadhani, bersama bendahara, operator keuangan, serta petugas pengelola administrasi keuangan dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar.


FGD membahas sejumlah hal teknis terkait penerapan SP2D Online, di antaranya tata cara penginputan pemotongan gaji, validasi data, penginputan ID Billing pajak, hingga mekanisme integrasi data dengan aplikasi SIPD-RI.


Implementasi SP2D Online merupakan bagian dari upaya meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Sistem tersebut juga diharapkan dapat mempercepat proses pencairan dana sekaligus meminimalkan kesalahan administrasi.


Kasubbid Belanja Pegawai BPKPAD Kabupaten Banjar, Eko Wira Nuryadin, selaku narasumber menjelaskan bahwa penerapan SP2D Online menjadi salah satu langkah strategis dalam transformasi digital tata kelola keuangan daerah.


“SP2D Online tidak hanya mempercepat proses pencairan dana, tetapi juga meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keamanan data dalam pengelolaan keuangan daerah,” jelasnya.


Ia juga menekankan pentingnya ketelitian operator dalam melakukan penginputan data pemotongan gaji dan pajak. Menurutnya, ketepatan data sangat diperlukan agar tidak menimbulkan kendala pada tahapan verifikasi maupun proses pencairan dana.


“Validitas data menjadi kunci keberhasilan implementasi SP2D Online. Oleh karena itu, setiap operator harus memahami alur kerja dan memastikan seluruh data yang diinput sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.


Sementara itu, Adi Rahmadhani menyampaikan bahwa kegiatan FGD memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme penginputan pemotongan gaji melalui sistem SP2D Online.


“Kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme penginputan pemotongan gaji dalam sistem SP2D Online sehingga dapat diterapkan dengan baik di lingkungan Kecamatan Karang Intan,” katanya.


Ia berharap penerapan sistem tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan kemudahan bagi seluruh perangkat daerah dalam melaksanakan administrasi keuangan.


“Semoga melalui penerapan SP2D Online, proses administrasi keuangan menjadi lebih cepat, tertib, dan akurat sehingga pelayanan kepada masyarakat juga semakin optimal,” harapnya.


Adi juga berharap BPKPAD Kabupaten Banjar dapat terus memberikan pendampingan teknis kepada para operator keuangan selama proses implementasi berlangsung.


“Kami berharap koordinasi dan pendampingan teknis dari BPKPAD terus dilakukan agar setiap kendala yang muncul dapat segera diselesaikan dan implementasi sistem berjalan maksimal,” tambahnya.


Harapan serupa disampaikan peserta FGD dari unsur operator keuangan. Mereka berharap penerapan SP2D Online dapat menyederhanakan proses administrasi sekaligus mengurangi potensi kesalahan dalam penginputan data.


“Kami berharap sistem SP2D Online dapat semakin menyederhanakan proses administrasi keuangan dan mengurangi potensi kesalahan dalam penginputan data. Melalui FGD ini, kami memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai prosedur penginputan pemotongan gaji sehingga pelaksanaan tugas menjadi lebih mudah dan sesuai ketentuan,” ungkapnya.


Melalui kegiatan tersebut, seluruh operator dan pengelola keuangan perangkat daerah diharapkan semakin siap menghadapi implementasi SP2D Online. Dengan sistem yang terintegrasi, pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Banjar diharapkan dapat berlangsung lebih efektif, efisien, tertib, transparan, dan akuntabel serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

(IP Kab. Banjar/Brigade Karang Intan/Hernadi)


Komentar