Giat Bersih-Bersih Lingkungan, Dinas DPRKPLH Kabupaten Banjar Bersama Lintas Sektor Gelar Aksi Nyata di Desa Sungai Batang
Dalam
upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan asri, Dinas Perumahan
Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar
melaksanakan aksi giat bersih-bersih lingkungan di wilayah RT 03 Desa Sungai
Batang, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan
ini merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja prioritas DPRKPLH dalam
menjaga kelestarian lingkungan serta penguatan pengelolaan sampah berbasis
masyarakat.
Aksi
gotong royong yang berlangsung sejak pagi hari ini dihadiri oleh berbagai unsur
lintas sektor. Hadir mewakili pihak Kecamatan, Kepala Seksi Ketenteraman dan
Ketertiban (Kasi Trantib) beserta jajaran staf. Turut mendampingi pula unsur
TNI dan Polri (Babinsa dan Bhabinkamtibmas), Pambakal Desa Sungai Batang
beserta seluruh jajaran perangkat desa, serta puluhan warga masyarakat RT 03
dan warga sekitar yang tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan.
Sinergi
antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan elemen masyarakat ini menyasar
pembersihan saluran air, pembabatan rumput liar, serta pengangkutan sampah
organik maupun anorganik yang menumpuk di sepanjang area pemukiman warga RT 03.
Kasi
Trantib Kecamatan Sufyan menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas instansi dan
masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. "Kegiatan bersih-bersih
ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi sarana untuk memupuk kembali
semangat gotong royong di tengah masyarakat. Kami sangat mengapresiasi
keikutsertaan seluruh pihak yang hadir hari ini
Sementara
itu, Pambakal Desa Sungai Batang Suladi menyampaikan rasa terima kasih atas
perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Banjar melalui DPRKPLH.
Ia
berharap aksi kolektif ini dapat menumbuhkan kesadaran berkelanjutan bagi warga
Desa Sungai Batang untuk senantiasa menjaga kebersihan dan tidak membuang
sampah sembarangan.
Dengan
terlaksananya program kerja dari DPRKPLH Kabupaten Banjar ini, diharapkan
kawasan RT 03 Desa Sungai Batang menjadi lebih tertata dan bebas dari potensi
munculnya wabah penyakit akibat lingkungan yang kurang bersih
Kegiatan
berakhir dengan lancar dan ditutup dengan pengangkutan seluruh sampah hasil
kerja bakti menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
