Cegah Perundungan, SMPN 6 Martapura Hadirkan Psikolog ULM dalam Kokurikuler “Be Kind Be Brave”
MARTAPURA, InfoPublik - SMPN 6 Martapura menghadirkan psikolog dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Siti Halimatus Sa’diyah, dalam kegiatan kokurikuler bertema “Be Kind Be Brave, Anti Bullying”, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pencegahan perundungan serta pentingnya membangun lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.
Program kokurikuler tersebut merupakan agenda tema kedua pada Semester 1 yang dilaksanakan secara berkelanjutan selama enam pekan. Kegiatan dijadwalkan berlangsung dua hari dalam setiap pekan dengan mengangkat materi dan aktivitas yang mendukung pembentukan karakter siswa.
Salah satu Koordinator Kegiatan Kokurikuler SMPN 6 Martapura, Misnah, menjelaskan bahwa tema anti-perundungan dipilih sebagai respons terhadap perhatian terhadap isu perundungan di kalangan pelajar. Edukasi tersebut diharapkan membangun keberanian siswa untuk saling menghargai dan mengambil sikap ketika menemukan tindakan perundungan.
"Kami melihat fenomena maraknya kejadian perundungan di lingkungan sekolah menjadi perhatian serius yang harus segera direspons. Dengan tema Be Kind Be Brave, kami ingin membangun karakter siswa agar tidak hanya saling menyayangi, tetapi juga berani bersuara dan menolak segala bentuk bullying," ujar Misnah.
Pada sesi materi, Siti Halimatus Sa’diyah, menjelaskan berbagai bentuk perundungan, dampak psikologis yang dapat ditimbulkan, serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghentikannya. Para siswa juga diajak memahami pentingnya empati serta keberanian untuk melaporkan tindakan perundungan kepada guru maupun orang tua.
"Pencegahan bullying harus dimulai dari kesadaran diri sendiri untuk menghargai perbedaan. Ketika melihat perundungan terjadi, jangan diam. Jadilah individu yang berani membela teman dan katakan tidak pada bullying," tegas Siti Halimatus Sa’diyah.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Rangkaian acara ditutup dengan deklarasi “Stop Bullying” yang dilakukan bersama dewan guru, pemateri, dan siswa sebagai simbol komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis, aman, dan bebas dari perundungan. Program kokurikuler yang berlangsung selama enam pekan tersebut diharapkan semakin memperkuat budaya saling menghargai di SMPN 6 Martapura.
