Diskusi Panel CSR Bahas Penguatan Ekonomi dan SDM
MARTAPURA - Gelaran diskusi panel dalam rangkaian CSR Award Kabupaten Banjar Tahun 2026 berlangsung di Akasia Ballroom Treepark Hotel Kertak Hanyar, Rabu (23/9/2026) siang. Kegiatan yang diikuti seluruh tamu yang hadir tersebut mengangkat tema “Sinergi CSR untuk Penguatan Sumber Daya Manusia dan Ekonomi Berbasis Resiliensi Bencana untuk Pembangunan Berkelanjutan.”
Diskusi dipandu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Banjar, H Ikhwansyah, dengan narasumber Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H Yudi Andrea dan perwakilan Bank Indonesia, Irfan Farulian.
Dalam pemaparannya, H Yudi Andrea menekankan pentingnya mengarahkan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) atau CSR agar semakin bersinergi dengan prioritas pembangunan daerah. Hal ini sejalan dengan RPJMD Kabupaten Banjar 2025–2029 yang menempatkan penguatan sumber daya manusia, pembangunan ekonomi yang mandiri dan inklusif, serta pengelolaan lingkungan hidup sebagai bagian dari arah pembangunan daerah.
“Intervensi CSR dapat diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas, mulai dari penguatan gizi dan kesehatan keluarga, pendidikan, pengembangan ekonomi desa, pertanian, pariwisata hingga ketangguhan menghadapi bencana," ujarnya.
Lebih lanjut, Yudi menjelaskan sejumlah ruang kolaborasi yang dapat dilakukan dunia usaha dalam mendukung pembangunan ekonomi Banjar. Di antaranya pengembangan produk lokal desa melalui konsep Satu Desa Satu Produk, dukungan terhadap UMKM, pelatihan dan magang, pengembangan kewirausahaan, bantuan akses pembiayaan, serta pengembangan sektor pertanian dan pariwisata.
“Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat CSR sehingga tidak hanya berbentuk bantuan, tetapi juga mendorong produktivitas, penciptaan lapangan kerja dan kemandirian ekonomi masyarakat” jelasnya lagi.
Yudi juga menyoroti pentingnya membangun model sinergi yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi dan media. Kolaborasi program CSR dengan prioritas pembangunan daerah, pemanfaatan data dan inovasi untuk intervensi sosial, serta dukungan swasta terhadap program pemerintah secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam mencapai sasaran pembangunan. Melalui kolaborasi tersebut, CSR diharapkan dapat menjadi kekuatan bersama dalam membangun Kabupaten Banjar yang tangguh dan berkelanjutan.
Sementara itu, Irfan Farulian memaparkan perkembangan perekonomian yang dapat menjadi pijakan dalam melihat peluang pengembangan program CSR di Kabupaten Banjar. Berdasarkan materi Bank Indonesia, Kabupaten Banjar memiliki fondasi ekonomi yang kuat pada sektor pertanian, didukung bonus demografi dengan 66,97 persen penduduk berada pada usia produktif. Agroindustri, perikanan budidaya dan industri skala rumah tangga menjadi bagian dari potensi penggerak ekonomi daerah. Struktur industri Kabupaten Banjar juga didominasi industri rumah tangga, terutama pada sektor makanan, minuman, tembakau, barang galian bukan logam dan kerajinan.
Irfan juga menyampaikan sejumlah strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, antara lain hilirisasi agroindustri melalui modernisasi teknologi pengolahan hasil panen, optimalisasi bonus demografi melalui pelatihan vokasi teknologi pertanian, penguatan ekosistem pariwisata, serta pengembangan ekowisata yang berwawasan pelestarian lingkungan. Strategi tersebut membuka ruang bagi dunia usaha untuk mengembangkan program CSR yang selaras dengan potensi ekonomi lokal dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan.
Memasuki sesi diskusi, peserta menyoroti sejumlah persoalan dan peluang dalam pengembangan CSR ke depan. Salah satu perhatian utama adalah persoalan permodalan usaha, khususnya bagaimana dukungan terhadap akses pembiayaan dapat memperkuat pengembangan usaha masyarakat sekaligus meningkatkan dampak program CSR. Selain itu, peserta turut membahas perkembangan kegiatan CSR di Kabupaten Banjar serta perlunya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah dan dunia usaha agar program yang dilaksanakan semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat berkelanjutan.
Melalui forum tersebut, CSR Award Kabupaten Banjar 2026 tidak hanya menjadi ajang apresiasi terhadap kontribusi dunia usaha, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komunikasi dan kolaborasi pembangunan. Sinergi pemerintah dan dunia usaha diharapkan terus berkembang melalui program yang berbasis kebutuhan masyarakat, potensi ekonomi daerah dan ketangguhan menghadapi berbagai risiko, sehingga CSR semakin memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Banjar yang berkelanjutan. Semangat tersebut sejalan dengan pesan dalam materi kegiatan: “Sinergi CSR Hari Ini, Membangun Banjar yang Tangguh untuk Masa Depan yang Berkelanjutan.”(Ione/Brigade Bapperida)
