Disdik Banjar Perkuat Kompetensi Guru melalui Bimtek Digitalisasi Pembelajaran di SDN Indrasari 2
MARTAPURA, InfoPublik – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar terus memperkuat kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran melalui program BOSKIN. Salah satu implementasinya diwujudkan lewat Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran yang digelar di SDN Indrasari 2 Martapura, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Kasi Kurikulum dan Penilaian Disdik Banjar, H. Muhamad. Suriansyah, turut hadir Korwil Kecamatan Martapura Lili Sopia, Pengawas Pembina Sri Mirnawati, Kepala SDN Indrasari 2 Martapura Etny Yuniati serta fasilitator daerah (Pasda) sekaligus narasumber Titik Prihatin. dari Banjarbaru.
Pelaksanaan Bimtek menjadi bagian dari upaya BOSKIN dalam mendorong guru agar semakin siap mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan perangkat dan platform digital diarahkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
“Teknologi harus dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” ujar Suriansyah.
Peserta Bimtek berasal dari sembilan sekolah, yakni SDN Indrasari 2, SDN Sungai Paring 2, SDN Keraton 5, SDN Pasayangan Selatan, SDN Sekumpul 1, SDN Tambak Baru Ulu, SDN Teluk Selong Kecamatan Martapura Barat, SDN Mandiangin Timur 1, dan SDN Sungai Alang 1 Kecamatan Karang Intan. Masing-masing sekolah mengutus dua orang guru untuk mengikuti kegiatan.
Pendampingan yang diberikan narasumber diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan peserta dalam menggunakan teknologi, tetapi juga mendorong terjadinya berbagi praktik baik dan pengimbasan kepada guru lainnya. Semangat tersebut sejalan dengan tujuan BOSKIN untuk memperluas dampak peningkatan kompetensi hingga ke lingkungan sekolah masing-masing.
Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar berharap pelaksanaan Bimtek dalam rangka BOSKIN dapat memberikan dampak nyata terhadap praktik pembelajaran di sekolah. Kolaborasi antara Disdik, Korwil, Pengawas Pembina, kepala sekolah, narasumber, dan guru peserta diharapkan mampu mempercepat transformasi pembelajaran yang lebih interaktif, bermakna, dan adaptif di Kabupaten Banjar.
