Bekali Peserta Didik dengan Keterampilan, Disdik Banjar Buka Program Pendidikan Kecakapan Hidup Tahun 2026
MARTAPURA, InfoPublik - Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar terus memperkuat layanan pendidikan kesetaraan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan menjadi peluang usaha.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) bagi Peserta Didik Pendidikan Kesetaraan Tahun 2026 yang secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj. Liana Penny., di SPNF SKB Banjar, Selasa (22/9/2026).
Kabid Bina PAUD dan PNF/Kesetaraan Disdik Banjar, yang menjelaskan bahwa program PKH dirancang sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi dan kemandirian peserta didik pendidikan kesetaraan melalui pembelajaran keterampilan yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan kehidupan serta dunia usaha.
Pada tahun 2026, Program PKH dilaksanakan melalui empat jenis keterampilan, yaitu Tata Boga, Komputer, Barber, dan Pembuatan Sasirangan Pewarna Alam. Keempat bidang tersebut dipilih untuk memberikan pengalaman belajar yang praktis sekaligus membuka wawasan peserta didik terhadap peluang pengembangan keterampilan menjadi kegiatan produktif.
Yang menarik, pembelajaran tidak hanya diberikan secara teoritis. Narasumber berasal dari praktisi dan pelaku usaha/UMKM yang memiliki pengalaman serta kompetensi sesuai dengan bidang keterampilan yang diampu. Dengan demikian, peserta didik diharapkan memperoleh pembelajaran yang lebih kontekstual, mengenal proses kerja secara langsung, serta memahami bagaimana sebuah keterampilan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
Sementara Kadisdik Banjar Liana Penny menekankan bahwa pendidikan kesetaraan harus mampu memberikan bekal yang relevan dengan kehidupan peserta didik.
"Pendidikan kesetaraan tidak cukup hanya memberikan pengetahuan akademik. Peserta didik juga perlu memiliki keterampilan yang dapat digunakan dalam kehidupan nyata. Melalui Program Pendidikan Kecakapan Hidup ini, kami ingin peserta didik memiliki bekal, keberanian dan kepercayaan diri untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.”
Ia juga mengapresiasi keterlibatan para praktisi dan pelaku UMKM sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pengalaman langsung dari para pelaku usaha dapat memberikan gambaran nyata kepada peserta didik mengenai proses belajar, bekerja, hingga membangun usaha.
"Kami berharap para narasumber tidak hanya mengajarkan cara membuat atau melakukan sesuatu, tetapi juga berbagi pengalaman tentang bagaimana keterampilan itu dapat menjadi peluang. Karena keterampilan yang dipelajari hari ini diharapkan dapat menjadi modal untuk kehidupan peserta didik di masa yang akan datang,” ujarnya.
Program PKH juga menjadi bagian dari upaya Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar untuk menghadirkan pendidikan kesetaraan yang lebih bermakna, relevan dan berorientasi pada kemandirian. Peserta didik tidak hanya didorong untuk menyelesaikan pendidikan, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang dapat mendukung kehidupan sosial dan ekonomi mereka.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar berharap peserta didik dapat mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh, aktif berlatih, berani mencoba, serta mampu mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi potensi produktif.
Belajar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, belajar untuk mendapatkan keterampilan, dan belajar untuk membangun masa depan yang lebih mandiri.
