SITARI MANIS Mulai Dimatangkan, Kecamatan Beruntung Baru Perkuat Tata Kelola Surat-Menyurat
BERUNTUNG BARU, 21 September 2026 — Pengelolaan surat-menyurat di lingkungan Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru terus didorong agar semakin tertata, efektif, dan sesuai kebutuhan organisasi. Langkah tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi dan Focus Group Discussion (FGD) SITARI MANIS yang digelar di Aula Kecamatan Beruntung Baru, Senin (21/9/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WITA tersebut menjadi momentum untuk mematangkan SITARI MANIS, sebuah inovasi dalam Aksi Perubahan Kinerja Organisasi yang diarahkan untuk mengoptimalkan penyelenggaraan administrasi surat-menyurat pada Sekretariat Kecamatan Beruntung Baru Kabupaten Banjar.
FGD dipimpin langsung oleh Sekretaris Kecamatan Beruntung Baru, Muhammad Kaspul Anwar, dan diikuti stakeholder internal yang terlibat dalam pelaksanaan Aksi Perubahan SITARI MANIS.
Forum tersebut tidak hanya menjadi ajang koordinasi, tetapi juga ruang untuk menggali persoalan, kebutuhan, dan masukan dari para pengguna maupun pihak yang terlibat langsung dalam proses administrasi surat-menyurat.
Berbagai hal dibahas secara bersama, mulai dari penyamaan persepsi terkait penyelenggaraan administrasi surat-menyurat, identifikasi permasalahan, hingga kebutuhan sistem yang nantinya akan menjadi bagian dari pengembangan SITARI MANIS.
Peserta FGD juga turut membahas rancangan proses bisnis dan kebutuhan sistem, sehingga pengembangan inovasi tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga mempertimbangkan alur kerja dan kebutuhan nyata di lingkungan Sekretariat Kecamatan Beruntung Baru.
Camat Beruntung Baru Wahidin Noor, mendorong seluruh stakeholder internal untuk berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan Aksi Perubahan SITARI MANIS.
Menurutnya, koordinasi dan sinergi menjadi bagian penting dalam proses pengembangan inovasi agar sistem yang dibangun benar-benar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan penyelenggaraan administrasi di lingkungan kecamatan.
Keterlibatan stakeholder internal juga dinilai penting untuk memastikan setiap tahapan pengembangan SITARI MANIS mendapatkan masukan yang sesuai dengan kondisi dan proses kerja yang berlangsung.
Sementara itu, Muhammad Kaspul Anwar memimpin jalannya diskusi dengan menggali berbagai masukan dari peserta, khususnya terkait kendala, kebutuhan, dan proses pengelolaan surat-menyurat yang selama ini dilaksanakan.
Masukan tersebut kemudian diarahkan menjadi bahan penyempurnaan rancangan proses bisnis dan kebutuhan sistem SITARI MANIS.
Melalui FGD ini, Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru juga menyusun sejumlah kesepakatan dan tindak lanjut sebagai bagian dari tahapan pengembangan SITARI MANIS.
Dengan demikian, inovasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada tahap perancangan, tetapi dapat terus dikembangkan berdasarkan kebutuhan organisasi dan masukan dari stakeholder yang terlibat.
Pelaksanaan FGD SITARI MANIS menjadi salah satu langkah Kecamatan Beruntung Baru dalam memperkuat tata kelola administrasi pemerintahan melalui inovasi dan pemanfaatan sistem yang mendukung penyelenggaraan surat-menyurat secara lebih terarah.
SITARI MANIS diharapkan menjadi bagian dari transformasi administrasi di Kecamatan Beruntung Baru—menghadirkan proses surat-menyurat yang lebih tertata, terkoordinasi, dan mampu menjawab kebutuhan organisasi.
(IP Beruntung Baru/ Brigade Informasi RA)
