Karhutla 12 Hektare Di Sungai Tabuk Keramat, Tim Gabungan Terus Kendalikan Api
Sungai Tabuk, InfoPublik – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Banjar. Kali ini, kebakaran melanda lahan kosong di Desa Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Minggu (13/9/2026).
BPBD Kabupaten Banjar bersama unsur gabungan melakukan penanganan sejak pukul 12.48 WITA hingga 16.37 WITA. Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 12 hektare.
Lahan yang terbakar merupakan lahan kosong dengan vegetasi berupa semak belukar, pakis, pohon galam, dan akasia. Hingga penanganan berlangsung, penyebab kebakaran masih belum diketahui.
Tim gabungan melakukan asesmen, pemantauan, koordinasi, serta pemadaman pada area yang terdampak. Dari total luasan tersebut, sekitar 6,8 hektare berhasil dipadamkan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha mengatakan, penanganan Karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur di lapangan. Pemantauan juga terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
“Penanganan dilakukan secara terpadu bersama seluruh unsur gabungan. Kondisi di lapangan terus dipantau, terutama pada area yang masih memerlukan penanganan lanjutan,” ujar Wasis.
Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, di antaranya titik atau sumber air yang sulit dijangkau, kondisi angin yang kencang, serta kendaraan operasional yang sempat mengalami amblas.
Penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Banjar, DPKP Sektor Gambut, Babinsa Desa Sungai Tabuk Keramat, PMI, BPK Kula, Relawan BPBD, serta BPK/PMK swasta.
Hingga akhir penanganan oleh tim gabungan, api belum sepenuhnya padam. Penanganan selanjutnya dilanjutkan oleh DPKP Sektor Banjar untuk memastikan api dapat dikendalikan dan mencegah meluasnya kebakaran.
BPBD Kabupaten Banjar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, khususnya pada kondisi cuaca kering dan berangin. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.
