Disdik Banjar Perkuat SPM Pendidikan dalam Pembinaan 20 Desa Pilot Project Posyandu Enam Bidang

MARTAPURA, InfoPublik – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar memperkuat peran pada pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan dalam kegiatan Pembinaan 20 Desa Pilot Project Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Enam Bidang SPM Kabupaten Banjar Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banjar tersebut dihadiri Kepala Bidang Pembinaan PAUD, PNF & Kesetaraan Disdik Banjar, Arliza Mayasari, S.E., M.M., Rabu (16/9/2026).

Kegiatan pembinaan menjadi bagian dari penguatan pelayanan dasar di tingkat desa dengan melibatkan berbagai sektor. Pada SPM bidang pendidikan, Disdik Banjar mengambil peran dalam mendukung layanan PAUD, pendidikan nonformal, peningkatan literasi masyarakat, hingga penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).

Penguatan kapasitas kader turut menjadi agenda penting dalam kegiatan tersebut melalui coaching penanganan Anak Tidak Sekolah bagi kader Posyandu bidang SPM Pendidikan. Pembekalan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam mengenali anak yang belum memperoleh layanan pendidikan serta membantu menghubungkan mereka dengan layanan yang sesuai.

“Kegiatan coaching penanganan Anak Tidak Sekolah bagi kader Posyandu bidang SPM Pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kader dalam mengenali dan membantu menangani anak-anak yang belum mendapatkan pelayanan pendidikan. Harapannya, anak-anak tersebut dapat kembali bersekolah dan memperoleh haknya untuk mendapatkan pendidikan,” ujar Arliza Mayasari.

Menurut Arliza, penanganan ATS membutuhkan kolaborasi berbagai pihak karena setiap anak memiliki kondisi dan permasalahan yang berbeda. Pemerintah desa, kader Posyandu, satuan pendidikan, lembaga pendidikan nonformal, keluarga, serta perangkat daerah terkait perlu membangun koordinasi agar anak dapat diarahkan kembali memperoleh layanan pendidikan.

Keterlibatan kader di tingkat desa dinilai penting untuk memperluas jangkauan informasi, identifikasi, dan pendampingan masyarakat. Peran tersebut diharapkan dapat membantu menemukan anak yang belum memperoleh layanan pendidikan sejak tingkat desa sehingga penanganannya dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi.

Pembinaan 20 desa pilot project Posyandu enam bidang SPM menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam pemenuhan pelayanan dasar bidang pendidikan. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mendukung terwujudnya layanan pendidikan yang inklusif dan menjangkau seluruh masyarakat, sekaligus memperkuat penanganan Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Banjar.


Komentar