Desa Gunung Ulin Wakili Kabupaten Banjar dalam Penilaian Lomba PHBS Tingkat Provinsi Kalsel

MATARAMAN, InfoPublik - Desa Gunung Ulin, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, mendapat kepercayaan untuk mewakili Kabupaten Banjar dalam Penilaian Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.


Penilaian tingkat provinsi tersebut dilaksanakan di Desa Gunung Ulin, Kecamatan Mataraman, Rabu (9/9/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Gunung Ulin untuk menunjukkan berbagai upaya dan inovasi dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi serta semangat gotong royong masyarakat desa.


Dalam kegiatan tersebut, Camat Mataraman Heryanto hadir secara langsung bersama jajaran Kecamatan Mataraman. Kehadiran Camat Mataraman merupakan bentuk dukungan dan apresiasi pemerintah kecamatan terhadap Desa Gunung Ulin yang telah dipercaya membawa nama Kecamatan Mataraman dan Kabupaten Banjar dalam kompetisi PHBS tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.


Turut mendukung kegiatan tersebut Pemerintah Desa Gunung Ulin, TP PKK Kecamatan Mataraman, TP PKK Desa Gunung Ulin, kader kesehatan, kader PKK, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga Desa Gunung Ulin.


Penilaian Lomba PHBS tingkat provinsi tidak hanya melihat kondisi kebersihan lingkungan secara fisik, tetapi juga menilai sejauh mana perilaku hidup bersih dan sehat telah diterapkan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.


Berbagai aspek menjadi perhatian dalam pelaksanaan penilaian, di antaranya kebersihan dan kesehatan lingkungan permukiman, sanitasi, pengelolaan sampah, penggunaan air bersih, keberadaan jamban sehat, penerapan pola hidup sehat dalam keluarga, pemanfaatan pelayanan kesehatan, kegiatan Posyandu, pemberdayaan masyarakat, serta peran kader dan TP PKK dalam menggerakkan masyarakat.


Desa Gunung Ulin telah melakukan berbagai persiapan dalam menghadapi penilaian tersebut. Pemerintah desa bersama TP PKK, kader kesehatan dan masyarakat melakukan pembenahan lingkungan serta meningkatkan partisipasi warga dalam berbagai kegiatan yang mendukung penerapan PHBS.


Semangat gotong royong masyarakat juga menjadi salah satu kekuatan dalam mempersiapkan desa. Warga bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, melakukan penataan kawasan permukiman, serta mendukung berbagai kegiatan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.


Camat Mataraman Heryanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Desa Gunung Ulin yang telah menunjukkan semangat dan kekompakan dalam mempersiapkan penilaian tingkat provinsi.


Menurutnya, keberhasilan Desa Gunung Ulin sampai pada tahap penilaian tingkat Provinsi Kalimantan Selatan merupakan hasil dari kerja sama berbagai pihak, bukan hanya pemerintah desa maupun TP PKK, tetapi juga seluruh masyarakat.


“Kepercayaan kepada Desa Gunung Ulin untuk mewakili Kabupaten Banjar pada tingkat Provinsi Kalimantan Selatan merupakan sebuah kebanggaan bagi Kecamatan Mataraman. Tentunya ini tidak terlepas dari kerja keras, kekompakan dan partisipasi seluruh masyarakat,” ujar Heryanto.


Ia menambahkan, kegiatan PHBS hendaknya tidak hanya dipandang sebagai sebuah perlombaan, melainkan sebagai upaya untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan.


“Yang terpenting dari kegiatan ini adalah bagaimana PHBS benar-benar menjadi kebiasaan dan budaya masyarakat. Kebersihan lingkungan harus dijaga secara berkelanjutan, bukan hanya ketika ada penilaian. Dengan lingkungan yang bersih dan perilaku masyarakat yang sehat, tentunya akan mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.


Sementara itu, Pambakal Gunung Ulin H. Sunarto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Gunung Ulin untuk mewakili Kabupaten Banjar.


Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara Pemerintah Desa, TP PKK, kader, tenaga kesehatan dan seluruh masyarakat.


“Alhamdulillah, Desa Gunung Ulin mendapat kesempatan mewakili Kabupaten Banjar. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi kami. Kami berusaha memberikan yang terbaik dengan dukungan seluruh masyarakat,” ungkapnya.


Ia juga mengajak seluruh masyarakat agar tetap mempertahankan semangat gotong royong dan tidak berhenti menerapkan PHBS setelah kegiatan penilaian selesai.


“Harapan kami, kebersihan dan kesehatan lingkungan yang sudah kita bangun bersama dapat terus dipertahankan. Jangan hanya karena lomba, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat Desa Gunung Ulin,” katanya.


Penilaian Lomba PHBS tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Desa Gunung Ulin juga menjadi sarana evaluasi terhadap berbagai program pemberdayaan masyarakat yang selama ini telah berjalan.


Kegiatan Posyandu, pembinaan kader, edukasi kesehatan keluarga, kebersihan lingkungan, pemanfaatan fasilitas kesehatan, serta berbagai kegiatan PKK menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang sehat dan mandiri.


Keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan menunjukkan bahwa penerapan PHBS membutuhkan kolaborasi dan kesadaran bersama. Pemerintah desa berperan dalam memberikan dukungan dan fasilitas, sementara masyarakat menjadi pelaku utama dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.


Dengan adanya penilaian tingkat provinsi ini, diharapkan Desa Gunung Ulin dapat semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan pelayanan kesehatan masyarakat.


Selain mengejar prestasi dalam perlombaan, Pemerintah Kecamatan Mataraman dan Pemerintah Desa Gunung Ulin berharap momentum tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang berupa meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat, kebersihan lingkungan, sanitasi yang baik, serta kepedulian terhadap kesehatan keluarga.


Melalui semangat gotong royong, kebersamaan dan pemberdayaan masyarakat, Desa Gunung Ulin optimistis mampu memberikan penampilan terbaik sebagai wakil Kabupaten Banjar pada Penilaian Lomba PHBS Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia, kesehatan masyarakat, kebersihan lingkungan dan kuatnya partisipasi warga dalam membangun desa yang sehat, bersih dan mandiri.


Komentar