FFD Demplot Padi di Kampung Baru Dorong Petani Terapkan Pemupukan Berimbang
BERUNTUNG BARU – Upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani terus dilakukan melalui penerapan teknologi pertanian di tingkat petani. Salah satunya melalui kegiatan Farmer Field Day (FFD) Demplot Padi yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjar di Desa Kampung Baru, Kecamatan Beruntung Baru, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA tersebut dipusatkan di lahan sawah milik Ahmad Husaini yang menjadi lokasi demplot padi. FFD menjadi sarana temu lapang bagi petani, penyuluh dan pemangku kepentingan untuk melihat secara langsung hasil penerapan teknologi budidaya sekaligus mendiseminasikan informasi teknis, sosial, ekonomi dan inovasi pertanian.
Hadir dalam kegiatan tersebut Katimker Kabupaten Banjar, jajaran Kepala Bidang dan Kepala UPTD lingkup Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Camat Beruntung Baru atau yang mewakili, Kepala Desa Kampung Baru, Babinsa, Bhabinkamtibmas, anggota Kelompok Tani Sabar Menanti serta masyarakat dan petani Kecamatan Beruntung Baru.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan FFD diawali dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan sambutan, penyampaian materi serta penutup. Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan melihat langsung kondisi tanaman pada lahan demplot.
Demplot yang menjadi bahan evaluasi merupakan penerapan pemupukan berimbang dengan paket 5:3:2, yakni pupuk organik, NPK dan Urea, pada tanaman padi sawah dengan sistem tanam jajar.
Melalui kegiatan tersebut, petani dapat memperoleh gambaran secara nyata mengenai penerapan teknologi budidaya padi, tidak hanya berdasarkan penjelasan secara teori tetapi juga melalui pengamatan langsung terhadap hasil di lahan.
Dari aspek teknis, FFD menjadi media pembelajaran bagi petani mengenai penerapan teknologi budidaya, seperti penggunaan varietas unggul, sistem tanam jajar serta pemupukan berimbang. Sementara dari sisi sosial, kegiatan ini menjadi ruang bertukar pengalaman dan memperkuat komunikasi serta kerja sama antarpetani.
Pada aspek ekonomi, petani dapat mendiskusikan efisiensi biaya produksi, potensi peningkatan hasil panen dan peluang meningkatkan pendapatan usaha tani. Sedangkan dari aspek inovasi, FFD menjadi wadah untuk memperkenalkan teknologi pertanian yang lebih efektif, efisien dan ramah lingkungan agar dapat diadopsi secara lebih luas.
Kegiatan FFD diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan percontohan, tetapi mampu mendorong terjadinya proses pembelajaran dan adopsi teknologi dari satu lahan ke lahan lainnya. Dengan demikian, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh petani dapat diterapkan sesuai kondisi wilayah dan kebutuhan usaha tani masing-masing.
Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru turut mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah, penyuluh, kelompok tani dan masyarakat dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di wilayah Kabupaten Banjar.
(IP Beruntung Baru/Brigade Informasi RA)
