Lestarikan Seni Musik Panting, Disbudporapar Gelar GSMS di SMPN 1 Simpang Empat
SIMPANG EMPAT, InfoPublik – SIMPANG EMPAT, InfoPublik – SMP Negeri 1 Simpang Empat menjadi salah satu dari tujuh sekolah jenjang SMP di Kabupaten Banjar yang terpilih mengikuti Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar. Kegiatan perdana dilaksanakan pada Selasa (8/9/2026) dengan fokus pembinaan seni tradisi Musik Panting.
Program tersebut menghadirkan seniman daerah Muhammad Amin dan Muhammad Noor sebagai pengajar, didampingi asisten seniman Khairunnida, S.Pd. Para seniman memberikan bimbingan dan pelatihan secara langsung kepada peserta didik untuk mengenalkan teknik serta nilai budaya yang terkandung dalam seni Musik Panting.
Puluhan siswa kelas VII mengikuti pertemuan perdana dengan antusias. Rangkaian pembinaan dijadwalkan berlangsung sebanyak 10 kali pertemuan hingga Oktober 2026, dengan tujuan mengembangkan minat dan bakat sekaligus menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap kesenian daerah.
Seniman pengajar, Muhammad Amin, mengapresiasi semangat para siswa serta dukungan pihak sekolah dalam pelaksanaan program GSMS. Ia menilai keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi daerah.
“Kesenian Musik Panting merupakan warisan budaya daerah Banjar yang sangat bernilai dan harus terus kita jaga kelestariannya. Kami berharap para siswa tidak hanya terampil memainkan alat musik tradisional, tetapi juga memiliki rasa bangga terhadap seni dan budaya daerahnya sendiri,” ujar Muhammad Amin.
Pihak sekolah berharap GSMS dapat menjadi wadah positif bagi peserta didik untuk menyalurkan dan mengembangkan bakat seni secara terarah. Pendampingan langsung dari seniman diharapkan membantu siswa menguasai teknik bermain Musik Panting sekaligus memahami pentingnya menjaga warisan budaya lokal.
Pertemuan perdana GSMS di SMPN 1 Simpang Empat berlangsung tertib dan lancar. Antusiasme peserta menjadi modal positif untuk melanjutkan proses pembinaan pada pertemuan berikutnya sekaligus memperkuat upaya pelestarian seni Musik Panting di kalangan generasi muda.
