Wisuda ke-XXIV, 281 Mahasiswa IAID Martapura Resmi Menyandang Gelar Sarjana
BANJARBARU, InfoPublik – Sebanyak 281 mahasiswa Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Martapura resmi diwisuda dalam Wisuda XXIV Program Sarjana (S1), di Ballroom Grand Qin Hotel Banjarbaru, Senin (7/9/2026) pagi.
Momentum tersebut menjadi puncak perjalanan akademik
sekaligus awal bagi para lulusan untuk membawa ilmu yang diperoleh dari bangku
kuliah ke tengah masyarakat.
Hadir rektor UIN Antasari Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd,
Bupati Banjar dalam hal ini diwakili Asisten I Pemerintahan dan Kesra Rakhmat
Dhany.
Rektor IAID Martapura, Prof. Dr. H. A. Hafiz Anshary AZ, M.A., menyebut wisudawan tertua pada momentum kali ini berusia 53 tahun. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya dalam waktu sekitar tiga tahun.
“Yang paling tua 53 tahun. Lulus selama tiga tahun. Luar
biasa semangat beliau untuk menyelesaikan studi dan alhamdulillah lulus,” kata
Hafiz.
Sementara itu, wisudawan termuda berusia sekitar 21 tahun 8 bulan.
Rentang usia tersebut, menurut Hafiz, menjadi gambaran bahwa semangat menempuh
pendidikan tidak mengenal batas usia.
Dari 281 lulusan, mereka berasal dari tiga fakultas.
Fakultas Tarbiyah menjadi salah satu penyumbang lulusan dengan tiga program studi,
yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI),
dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).
“Wisudawan-wisudawati diharapkan tidak berhenti belajar
sampai pada gelar sarjana yang didapatkan untuk S1. Kita mengharapkan mereka
terus belajar dan bahkan mendorong agar bisa melanjutkan ke program yang lebih
tinggi, S2 dan S3,” ujarnya.
Hafiz juga berpesan agar para alumni tetap menjaga nama baik IAID. Selain kemampuan akademik, para lulusan diharapkan tetap membawa nilai dan akhlak Darussalam dalam kehidupan mereka setelah meninggalkan kampus.
Sementara itu, Asisten Pemeritahan dan Kesra Banjar Rakhmat Dhany mengatakan, gelar sarjana bukan sekadar tambahan nama, tetapi membawa tanggung jawab moral dan intelektual.
“Dunia di luar sana setelah pintu ballroom ini kalian tinggalkan adalah dunia yang sangat kompetitif. Ijazah mungkin bisa mengantarkan kalian ke pintu wawancara, tetapi karakter, skill, dan integritaslah yang akan menentukan seberapa jauh kalian berjalan,” katanya.
Ia mendorong lulusan IAID Martapura tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan peluang dan memberikan solusi di tengah masyarakat.
Baik lulusan Fakultas Syariah, Tarbiyah maupun Ekonomi dan Bisnis Islam diharapkan dapat mengambil peran dalam pembangunan Kabupaten Banjar.
“Jangan biarkan ilmu kalian layu di atas kertas. Jadilah solusi di desa kalian, di kecamatan kalian, maupun di instansi tempat kalian bekerja atau mengabdi nanti,” pesan Rakhmat.
Perwakilan mahasiswa, Haris Fadilah, dalam sambutannya
menggambarkan perjalanan menuju hari wisuda bukanlah sesuatu yang selalu mudah.
Menurutnya, setiap mahasiswa datang dengan cerita berbeda.
Ada yang harus merantau, membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan, hingga
menghadapi berbagai keterbatasan selama menyelesaikan studi.
“Bukan karena semuanya mudah, melainkan karena kita memilih
untuk tidak menyerah,” ungkap Haris.
Ia juga mengingatkan bahwa gelar sarjana bukanlah akhir
perjalanan. Ilmu yang diperoleh harus dibawa keluar dari ruang kelas dan
diwujudkan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Terlebih, pengalaman selama menjalani kegiatan pengabdian,
termasuk program KKM Internasional di Malaysia, memberikan pelajaran bahwa
kontribusi seorang sarjana tidak dibatasi oleh wilayah.
Pendidikan, kata dia, semestinya tidak membuat seseorang
merasa lebih tinggi dari masyarakat. Justru sebaliknya, semakin tinggi
pendidikan yang diperoleh, semakin besar pula kesadaran untuk memberikan
manfaat kepada orang lain.
“Manusia-manusia terdidik setidaknya mempunyai kemampuan dan
kesadaran untuk berkontribusi kepada masyarakat setelah sebesar-besarnya
masyarakat memberikan kepada kita semua,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, IAID Martapura juga menandatangani
kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banjar dan Lapas Perempuan Kelas IIA
Martapura. Rektor berharap kerja sama tersebut dapat semakin meningkatkan
kualitas IAID Martapura.
Di sisi lain, IAID Martapura tengah mengupayakan peningkatan
status menjadi Universitas Islam Darussalam Martapura. Usulan tersebut masih
dalam proses di Kementerian Agama dan pihaknya berharap mendapat respons
positif dalam waktu dekat.
