Titik Air Sulit, Tim Gabungan Terus Kendalikan Karhutla Di Pematang Panjang
Sungai Tabuk, InfoPublik – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Banjar. Tim gabungan berjibaku melakukan penanganan kebakaran lahan di Jl. Pematang Panjang RT 002 Km 7,5, Kecamatan Sungai Tabuk, Sabtu (5/9/2026).
Penanganan dimulai pukul 16.30 WITA dan berlangsung hingga 18.39 WITA. Kebakaran terjadi pada lahan kosong yang ditumbuhi semak belukar, semak pakis, dan pohon galam.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±3,4 hektare, sementara area yang berhasil dipadamkan sekitar ±0,7 hektare.
Petugas melakukan asesmen dan pemantauan lokasi, berkoordinasi dengan seluruh unsur gabungan, serta melaksanakan pemadaman untuk mengendalikan kobaran api. Pemantauan juga dilakukan terhadap area yang telah ditangani guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala berupa sulitnya mendapatkan titik air. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam menjangkau dan mengendalikan api.
Hingga akhir penanganan, api masih menyala dan bergerak mengarah ke bagian tengah lokasi. Petugas terus melakukan upaya pengendalian dan pemantauan untuk mencegah kebakaran meluas.
Penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Banjar, PMI, BPK Kula, Relawan BPBD, serta BPK/PMK dan relawan gabungan. Kolaborasi berbagai unsur dilakukan untuk mempercepat penanganan dan mengendalikan perkembangan kebakaran di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha menyampaikan bahwa kondisi Karhutla yang masih terjadi membutuhkan kewaspadaan dan penanganan berkelanjutan.
“Dalam kondisi seperti ini, petugas terus berupaya mengendalikan api dengan memperhatikan perkembangan di lapangan. Kesulitan mendapatkan titik air menjadi salah satu tantangan, sehingga koordinasi dan pemantauan terus dilakukan,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Banjar bersama seluruh unsur gabungan terus melakukan pemantauan terhadap lokasi Karhutla di Pematang Panjang dan berupaya mengendalikan titik api agar tidak meluas ke area lainnya.
