Titik Air Sulit, Tim Gabungan Padamkan Karhutla Di Pematang Panjang

Sungai Tabuk, InfoPublik – Gerak cepat tim gabungan kembali membuahkan hasil dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Pematang Panjang Km 8 RT 001, Desa Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis (3/9/2026).

Penanganan dilakukan mulai pukul 10.11 hingga 11.17 WITA setelah tim menerima informasi adanya kebakaran pada lahan kosong di kawasan tersebut.

Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±0,4 hektare, dengan sekitar ±0,2 hektare berhasil dipadamkan. Lahan tersebut ditumbuhi vegetasi berupa semak belukar, semak pakis, pohon akasia dan pohon galam, yang berpotensi menjadi bahan bakar bagi api.

Penyebab kebakaran hingga saat ini belum diketahui. Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi kendala berupa sulitnya mendapatkan titik air di sekitar lokasi.

Kendati demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan upaya petugas. Tim gabungan melakukan asesmen, koordinasi, pemadaman serta pemantauan pascapemadaman guna memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali muncul.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla.

“Kendala titik air yang sulit menjadi tantangan bagi petugas di lapangan. Namun dengan kerja sama dan koordinasi seluruh unsur, api berhasil dipadamkan dan kondisi lokasi saat ini aman serta terkendali,” ujar Wasis.

Ia kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada lahan yang ditumbuhi vegetasi kering dan mudah terbakar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Penanganan sejak dini sangat penting agar kebakaran tidak meluas,” tambahnya.

Penanganan Karhutla melibatkan BPBD Kabupaten Banjar, TNI, Polres Banjar, PMI, BPK Kula dan Relawan BPBD.

Berkat respons cepat dan koordinasi seluruh unsur, kebakaran berhasil dipadamkan. Kondisi lokasi dinyatakan aman dan terkendali.


Komentar