Transformasi Pembelajaran Numerasi, KKG Fase C Sungai Tabuk Padukan Etnomatematika dan Teknologi

SUNGAI TABUK, InfoPublik – Kelompok Kerja Guru (KKG) Fase C Kecamatan Sungai Tabuk kembali melaksanakan kegiatan pengembangan kompetensi guru di SDN Penjambuan 2, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Senin (31/8/2026). Kegiatan mengangkat materi “Konsep Numerasi Etnomatematika Berbasis Kearifan Lokal dengan Media Assemblr EDU.”

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para guru untuk memperluas wawasan dalam mengembangkan pembelajaran numerasi yang lebih kontekstual. Numerasi tidak hanya diarahkan pada kemampuan berhitung dan menyelesaikan soal, tetapi juga dikaitkan dengan pengalaman nyata serta lingkungan budaya yang dekat dengan kehidupan peserta didik.

Peserta diperkenalkan dengan konsep etnomatematika, yaitu pendekatan pembelajaran matematika yang mengaitkan materi dengan budaya dan kearifan lokal. Berbagai aktivitas masyarakat dan objek yang berada di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk membantu peserta didik memahami konsep matematika secara lebih konkret.

Penggunaan Assemblr EDU turut memberikan pengalaman baru bagi para guru dalam menghadirkan pembelajaran yang interaktif. Media berbasis teknologi tersebut memungkinkan objek pembelajaran ditampilkan secara lebih menarik sehingga peserta didik nantinya tidak sekadar membaca atau membayangkan materi, tetapi dapat melihat representasinya secara lebih nyata.

Kegiatan difasilitasi Kartini dari SDN Sungai Tabuk Kota 1 bersama Andriyansyah selaku Ketua Asosiasi Guru Kelas Kabupaten Banjar. Keduanya memberikan pendampingan mengenai penerapan numerasi yang terintegrasi dengan kearifan lokal sekaligus pemanfaatan teknologi sebagai media pendukung pembelajaran di kelas.

Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Sungai Tabuk, Nordin, S.Pd., MM., menyambut baik kegiatan tersebut dan memberikan dukungan terhadap inovasi yang dikembangkan para guru. Menurutnya, perpaduan kearifan lokal dan teknologi dapat membantu menciptakan pembelajaran numerasi yang lebih konkret serta menarik bagi peserta didik.

“Kegiatan seperti ini sangat baik karena hasilnya dapat berdampak langsung terhadap proses pembelajaran. Anak-anak nantinya tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi dapat melihat dan merasakan secara lebih nyata benda-benda yang ditampilkan melalui aplikasi. Harapannya, hal ini dapat menumbuhkan motivasi dan ketertarikan anak terhadap numerasi,” ujar Nordin.

Kegiatan KKG Fase C tersebut diharapkan semakin memperkuat kompetensi dan kreativitas guru dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna. Integrasi numerasi, etnomatematika, kearifan lokal, dan teknologi digital juga menjadi bagian dari upaya menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual, menyenangkan, serta sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.



Komentar