Edukasi Stop Boros Pangan, Pemkab Banjar Ajak Siswa Bijak Mengonsumsi Makanan

Martapura, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menggelar edukasi Stop Boros Pangan bekerja sama dengan Komunitas Kampung Dongeng Intan Kalsel di SDN Indrasari 2 Martapura, Kamis (27/8/2026).


Kegiatan yang diikuti siswa kelas 5 dan 6 tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya mengurangi makanan yang terbuang sia-sia serta menghargai setiap pangan yang dikonsumsi.


Kepala DKPP Kabupaten Banjar Sipliansyah melalui Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Muhammad Hamdani, mengajak para siswa untuk menerapkan kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, yakni “Ambil Secukupnya, Habiskan Makanannya, Hargai Pangannya.”


Menurut Hamdani, ajakan tersebut penting disampaikan kepada anak-anak karena proses menghasilkan pangan, khususnya beras, membutuhkan waktu dan usaha yang panjang.


“Proses untuk menjadikan makanan itu sangat panjang, mulai dari menanam bibit padi, menjaga dan memelihara tanaman padi, kemudian mengolah menjadi beras sampai dimasak menjadi nasi dan kemudian siap untuk dimakan,” ujarnya.


Ia menjelaskan, melalui edukasi Stop Boros Pangan, pemerintah berharap pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap Gerakan Selamatkan Pangan semakin meningkat. Upaya tersebut dilakukan untuk meminimalkan sisa makanan, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah hingga masyarakat secara luas.


“Kami juga berharap gerakan ini tidak hanya berhenti di tataran program, tetapi benar-benar menjadi budaya di tengah masyarakat. Dari rumah, sekolah hingga sektor usaha, mari selamatkan pangan untuk masa depan berkelanjutan,” ucap Hamdani.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan cerita dongeng yang disampaikan oleh Irga dari Komunitas Kampung Dongeng Intan Kalsel. Melalui cerita yang dikemas secara menarik dan sesuai dengan usia anak, Irga menyampaikan pesan mengenai pentingnya mengurangi sisa makanan.


Para siswa diajak untuk mengambil makanan sesuai kebutuhan, menghabiskan makanan yang sudah berada di piring, serta memanfaatkan kembali sisa makanan menjadi olahan baru selama masih aman untuk dikonsumsi.


Pendekatan melalui dongeng tersebut diharapkan membuat pesan Stop Boros Pangan lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.


Sementara itu, perwakilan guru SDN Indrasari 2 Martapura menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banjar melalui DKPP yang telah melaksanakan edukasi Stop Boros Pangan di sekolah tersebut.


Pihak sekolah menilai kegiatan edukasi seperti ini memberikan manfaat bagi siswa, khususnya dalam membangun kebiasaan positif sejak dini terkait pola konsumsi pangan yang bijak dan bertanggung jawab.


Selain edukasi Stop Boros Pangan, disampaikan pula bahwa sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) turut melaksanakan berbagai kegiatan di SDN Indrasari 2 Martapura sebagai bagian dari upaya memberikan edukasi dan pelayanan kepada masyarakat melalui lingkungan sekolah.


Komentar